INVERSI.ID – Kota Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai pusat kreativitas dan inovasi anak muda, khususnya di industri kecantikan dan fesyen. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat menghadiri gelaran Be On Fest di Trans Convention Center, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, pada Jumat (16/5).
Acara yang meriah dan penuh inspirasi ini menampilkan pameran produk kecantikan, peragaan busana, hingga gelar wicara yang menggugah semangat generasi muda. Erwin menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para peserta dan pelaku industri kreatif yang turut berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis inovasi dan identitas lokal.
“Saya merasa sangat bahagia dan bangga bisa berdiri di sini hari ini, menyaksikan langsung bagaimana Bandung kembali menunjukkan jati dirinya sebagai rumah bagi semangat kreatif anak muda,” ujar Erwin.
Menurutnya, Be On Fest bukan sekadar festival kecantikan biasa. Festival ini merupakan cerminan semangat zaman yang mengusung nilai-nilai keberagaman, kesetaraan, keberanian, dan kepercayaan diri. Di balik estetika yang ditampilkan, tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya menjadi autentik dalam mengekspresikan diri.
Bandung, Pusat Industri Kreatif Masa Depan
Erwin menyebut Bandung sebagai kota dengan energi kreatif yang tak pernah habis. Kota ini bukan hanya melahirkan tren, tetapi juga membentuk identitas. Industri fesyen lokal berkembang pesat, berkat keberanian anak muda Bandung dalam bereksperimen dan menciptakan brand yang memiliki daya saing tinggi.
“Bandung telah lama dikenal sebagai kota mode dan kota kreatif. Di sini, anak-anak muda tumbuh dengan keberanian untuk mencoba hal baru. Brand-brand fesyen lokal pun lahir dan berkembang di kota ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa industri kecantikan dan fesyen memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Ribuan pelaku UMKM terlibat dalam rantai nilai yang luas—dari petani bahan baku, pengrajin, desainer, penjahit, hingga pelaku e-commerce.
Erwin optimistis acara seperti Be On Fest dapat menjadi ruang bertemunya pelaku bisnis, pembelajar, dan kreator muda yang ingin tumbuh bersama.
“Di Bandung, semua orang punya tempat untuk tumbuh. Kecantikan bukan hanya soal penampilan, tetapi keberanian menjadi diri sendiri,” tutupnya.***