By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bahasa Kasar Jadi Tren di Medsos? Menteri Pendidikan Ingatkan Pentingnya Adab Digital
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahasa Kasar Jadi Tren di Medsos? Menteri Pendidikan Ingatkan Pentingnya Adab Digital

Terkini

Bahasa Kasar Jadi Tren di Medsos? Menteri Pendidikan Ingatkan Pentingnya Adab Digital

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan pentingnya menjaga keadaban dalam berbahasa, terutama di era digital yang kini makin lekat dengan kehidupan anak muda.

Contents
Fenomena Bahasa Kasar di Era DigitalDari Noise Menjadi VoicePeran Guru Bahasa di SekolahForum Dihadiri Ribuan PesertaKesimpulan: Saatnya Bangun Budaya Bahasa yang Lebih Beradab

Dalam forum dialog bertajuk “Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia” yang digelar di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (tanggal lengkap bisa disesuaikan), Abdul Mu’ti menyoroti fenomena maraknya ujaran kasar yang kini dianggap lumrah di media sosial.

“Orang berbicara kata-kata kasar, mohon maaf kata-kata jorok, kata-kata kotor, dan sejenisnya itu sudah sangat biasa,” ujarnya di hadapan ratusan guru dan mahasiswa.

Fenomena Bahasa Kasar di Era Digital

Abdul Mu’ti menilai, kemajuan teknologi komunikasi turut memengaruhi cara anak muda berkomunikasi. Sayangnya, dinamika ini juga memunculkan tren penggunaan bahasa kasar yang dianggap lumrah bahkan di ruang publik daring.

“Keadaban berbahasa, ini hal serius. Komentar di media online sering kali penuh dengan kata-kata yang tidak mencerminkan adab kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, riset Microsoft Digital Civility Index (DCI) 2021 menempatkan Indonesia di peringkat ke-29 dari 32 negara dalam hal kesopanan digital. Lebih memprihatinkan lagi, Indonesia disebut sebagai negara dengan tingkat kesopanan digital terendah di Asia Tenggara.

Dari Noise Menjadi Voice

Mendikdasmen mengingatkan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia di ruang digital seharusnya bisa menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan yang bermakna (voice), bukan sekadar menciptakan kegaduhan (noise).

Menurutnya, adab berbahasa bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga menunjukkan empati dan kedewasaan dalam berkomunikasi.

Peran Guru Bahasa di Sekolah

Melalui forum tersebut, Mendikdasmen mendorong para guru Bahasa Indonesia untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan literasi mendalam (deep learning). Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan dapat belajar secara aktif, reflektif, dan terlibat secara emosional.

Baca Juga :

Jangan Cepat Puas! Lulusan MAN IC Tapsel Dapat Suntikan Semangat dari Wakil Bupati
Erick Thohir sebut Kementerian BUMN Tengah Koordinasi dengan Kejagung soal Perbaikan Sistem Waskita

“Forum ini memperkuat pemahaman guru terhadap arah kebijakan kebahasaan nasional, serta mendorong pembelajaran bahasa yang lebih menyenangkan, kontekstual, dan multimoda,” kata Abdul Mu’ti.

Forum Dihadiri Ribuan Peserta

Acara “Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia” dihadiri oleh 250 peserta luring, yang terdiri dari guru Bahasa Indonesia se-Jabodetabek, mahasiswa, dan pejabat pendidikan. Selain itu, sekitar 5.000 peserta dari seluruh Indonesia turut bergabung secara daring.

Kesimpulan: Saatnya Bangun Budaya Bahasa yang Lebih Beradab

Di tengah kemudahan akses komunikasi digital, Mendikdasmen mengajak generasi muda untuk lebih sadar dan bijak dalam menggunakan bahasa, baik dalam percakapan sehari-hari maupun di media sosial. Karena bahasa bukan hanya alat komunikasi, tapi juga cermin budaya dan karakter bangsa.***

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:Media SosialMedsosmenteri pendidikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Putra Oppie Andaresta Bangkit dari Cedera dan Kembali Mengejar Mimpi
Next Article Zodiak Update Hari Ini Ramalan Zodiak Hari Ini: Masalah Cinta, Teman Toxic, dan Deadline Tugas Bikin Pusing
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index