INVERSI.ID – Penyanyi senior Oppie Andaresta membagikan momen haru sekaligus membanggakan, putranya, Kai Matari Bejo Kaler, resmi lulus SMA. Kabar bahagia ini ia unggah melalui akun Instagram pribadinya, lengkap dengan cerita penuh perjuangan yang mengiringi perjalanan pendidikan Kai.
“Selamat anak lanangku Mas Bejo @kai_kaler sudah lulus SMU,” tulis Oppie dalam unggahan yang dibagikan pada Senin (23/6).
Dalam caption panjang, Oppie mengungkapkan rasa syukurnya atas keputusan Kai pindah sekolah dan mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung.
Tak hanya lulus, Kai juga meraih penghargaan A Level berkat kerja kerasnya selama masa sekolah.
“Pontang-panting belajar akhirnya terbayar ya, Nak. Sangat bangga padamu. Perjalanan masih panjang… Saatnya melanjutkan hidup dan membangun mimpi,” tulis Oppie penuh haru.
Pindah Sekolah ke Bali Demi Mimpi Jadi Atlet Basket
Demi mengejar cita-cita menjadi pemain basket profesional, Kai sempat memutuskan untuk pindah sekolah ke Bali. Keputusan ini didukung penuh oleh keluarga, meski tak selalu mudah dijalani.
“Ini kisah anak lanang yang sedang membangun mimpi menjadi pemain basket pro sampai memutuskan pindah sekolah ke Bali,” tulis Oppie mengenang.
Namun mimpi itu sempat terguncang. Tiga tahun lalu, Kai mengalami cedera serius saat bertanding di lapangan dan harus menjalani operasi besar pada bagian ACL lutut. Cedera itu membuatnya harus rehat total dari dunia basket selama lebih dari delapan bulan.
“Dunia serasa runtuh saat dengar kabar dia tidak boleh main basket selama lebih dari delapan bulan. Tapi anak ini tidak patah semangat, tidak mundur satu inci pun,” tulis Oppie.
Bangkit Kembali dan Tangguh secara Mental
Setelah menjalani operasi, Kai harus menggunakan alat bantu jalan selama tiga bulan dan menjalani fisioterapi intensif tiga kali seminggu selama enam bulan. Meski begitu, semangatnya tidak padam.
“Dia fokus, kuat bagai baja. Kembali kuat secara mental dan fisik,” kata Oppie.
Perjalanan Kai memberi pelajaran berharga, bahkan bagi sang ibu sendiri. Oppie mengaku belajar banyak soal ketangguhan dan semangat mengejar mimpi dari anak semata wayangnya itu.
“Belajar bagaimana mengejar ketinggalan, tetap menghidupkan mimpi. Teman-teman yang sportif dan coach yang asik membuat tim basket Dyatmika kompak. Mereka bagaikan keluarga.”
Kai tergabung dalam tim basket Dyatmika School angkatan 2025 yang dijuluki “Golden Team” karena semangat dan prestasi mereka.
“Setelah absen beberapa tahun dari turnamen, tim Dyatmika class of 2025 dianggap sebagai Golden Team. Kerja keras mereka membuahkan hasil yang membanggakan. Terharu dengan brotherhood mereka,” tulis Oppie.
Momen kelulusan ini bukan hanya tentang sekolah yang selesai, tetapi juga tentang proses panjang anak muda yang sempat jatuh dan bangkit kembali. Oppie dan suaminya, Daddo, berkomitmen untuk terus mendukung langkah Kai dalam mewujudkan mimpinya.
“Terbanglah yang tinggi, Nak. Tapi jangan lupa pulang.”***