By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Menaker RI Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Era VUCA
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menaker RI Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Era VUCA

Terkini

Menaker RI Ajak Mahasiswa Siap Hadapi Era VUCA

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., mengajak generasi muda Indonesia khususnya mahasiswa untuk mengembangkan future-proof mindset demi menjawab tantangan dunia kerja yang kian dinamis. Menurutnya, perubahan teknologi, ekonomi, dan politik di era globalisasi menuntut para pemuda untuk lebih adaptif, kreatif, dan mampu menciptakan solusi.

Contents
Ketimpangan Dunia Kerja dan Peran PemerintahPolitik sebagai Motor Akselerasi Teknologi dan EkonomiEkosistem Pembelajaran Berbasis IndustriSinergi Politik, Teknologi, dan Ekonomi untuk Masa Depan IndonesiaPesan untuk Generasi Muda

Pernyataan itu disampaikan Yassierli saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional bertajuk “Akselerasi Indonesia Impact” dengan tema “Pengaruh Politik terhadap Teknologi dan Ekonomi di Indonesia”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana (UMB), Kamis (17/7), di Aula Gedung Rektorat lantai 2.

“Di tengah dunia yang serba VUCA—volatility, uncertainty, complexity, ambiguity—kita butuh generasi muda yang punya growth mindset, entrepreneurial mindset, dan future mindset. Ini penting supaya kita tidak hanya mencetak pencari kerja, tapi pencipta solusi,” ungkap Yassierli di hadapan ratusan mahasiswa.

Ketimpangan Dunia Kerja dan Peran Pemerintah

Yassierli memaparkan data ketenagakerjaan Indonesia yang menunjukkan masih adanya ketimpangan antara pendidikan dengan kebutuhan industri. Hingga 2025, sekitar 38,67% tenaga kerja nasional masih berada di sektor informal. Sementara, hanya 5,01% lulusan perguruan tinggi yang berhasil masuk ke industri prioritas.

“Artinya ada mismatch, output pendidikan belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pasar kerja. Karena itu pemerintah terus mendorong revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), memperkuat sistem informasi pasar kerja SiapKerja, dan membangun kolaborasi lebih erat antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya peran lembaga pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan nyata di industri. Menurut Yassierli, Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha muda dan inovator yang siap bersaing di tingkat global.

Politik sebagai Motor Akselerasi Teknologi dan Ekonomi

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Poempida Hidayatulloh, Ph.D., akademisi teknik yang juga mantan Anggota DPR RI, menyoroti pentingnya stabilitas politik untuk mempercepat pertumbuhan teknologi dan ekonomi nasional.

“Tanpa arah kebijakan yang stabil dan konsisten, teknologi tidak akan berkembang optimal. Politik yang berpihak pada riset dan inovasi akan menentukan nasib industri kita ke depan,” ujar Poempida.

Ia juga menyoroti peran penting universitas dalam menjembatani kebutuhan industri dengan pembuatan kebijakan berbasis bukti.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Fachrul Hadid, Lengkap dengan Umur, Agama, Hingga Instagram
Generasi Muda Jadi Harapan Ketahanan Pangan di Svarna Bhumi Award 2025

“Kampus harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang menyokong kebijakan berbasis sains dan data,” tambahnya.

Poempida mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan masa studinya bukan hanya belajar ilmu teknis, tetapi juga memahami dinamika kebijakan publik dan dampaknya terhadap dunia usaha.

Ekosistem Pembelajaran Berbasis Industri

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UMB, Dr. Irmulansati Tomohardjo, menyampaikan bahwa pihak kampus telah menyiapkan ekosistem pembelajaran berbasis industri untuk menghadapi tantangan global.

“Kami mendorong mahasiswa menjadi inovator dan job creator yang adaptif terhadap dinamika global. Fasilitas pembelajaran kami juga sudah terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi dan platform global seperti Coursera,” katanya.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Teknik UMB, Dr. Zulfa Fitri Ikatrinasari, M.T. Menurutnya, seminar ini menjadi bagian penting dari pembentukan wawasan strategis mahasiswa teknik.

“Kami ingin lulusan kami tidak hanya mahir secara teknis, tapi juga peka terhadap dampak sosial-politik dalam praktik teknik dan inovasi,” ujarnya. Zulfa berharap seminar semacam ini terus digelar untuk memperluas wawasan mahasiswa.

Sinergi Politik, Teknologi, dan Ekonomi untuk Masa Depan Indonesia

Seminar yang dihadiri ratusan mahasiswa lintas program studi ini menjadi ruang dialog kritis mengenai pentingnya sinergi antara politik, teknologi, dan ekonomi. Para pembicara sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi Indonesia.

Dalam sesi diskusi, beberapa mahasiswa menyampaikan pandangan tentang perlunya literasi politik di kalangan generasi muda. Mereka juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada inovasi lokal.

Acara ini mendapat apresiasi dari peserta karena memberikan perspektif baru tentang hubungan antara kebijakan publik dan dunia industri. Seminar diakhiri dengan ajakan dari seluruh pembicara agar mahasiswa terus meningkatkan kompetensi diri, berani berinovasi, dan tidak ragu untuk berperan aktif membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Pesan untuk Generasi Muda

Menutup seminar, Menteri Ketenagakerjaan kembali mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi mudanya.

“Kita butuh generasi yang siap menghadapi perubahan, punya visi ke depan, dan mau bekerja keras untuk membawa Indonesia jadi negara maju. Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar,” pungkas Yassierli.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk mengasah soft skill seperti komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis, karena keterampilan ini akan membedakan mereka di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

Seminar “Akselerasi Indonesia Impact” menjadi pengingat bahwa tantangan dunia kerja ke depan hanya bisa dijawab dengan future-proof mindset. Peran generasi muda sebagai inovator, pemimpin, dan pencipta solusi akan sangat menentukan arah masa depan bangsa.

Dengan kolaborasi yang solid antara pendidikan, industri, dan pemerintah, Indonesia diyakini mampu bersaing di era globalisasi. Generasi muda pun diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja dan pembawa perubahan positif bagi masyarakat.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:MahasiswaMenakerYassierli
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Semakin Digemari Anak Muda, Ayu Ting Ting Sebut Dangdut Bisa Seperti K-pop
Next Article Pesan Timothy Ronald untuk Generasi Muda: Tinggalkan Mentalitas Pecundang!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

9 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

11 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index