INVERSI.ID – Svarna Bhumi Award 2025 kembali digelar sebagai bentuk penghargaan bagi para pahlawan pangan Indonesia yang telah berjasa memperkuat ketahanan pangan nasional. Ajang ini sekaligus menunjukkan peran penting generasi muda di bidang pertanian, sebuah sinyal positif bagi masa depan pangan negeri.
Ajang Svarna Bhumi Award 2025 ini untuk ketiga kalinya diadakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero) bekerja sama dengan program Kick Andy Metro TV dan platform donasi Benih Baik. Proses panjang penjurian telah dilakukan untuk memilih para kandidat terbaik yang benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui aksi-aksi nyata di sektor pertanian dan pangan.
“Para peserta ini adalah finalis yang sudah melalui seleksi ketat. Prestasi mereka nyata dalam memberi manfaat kepada masyarakat, khususnya di bidang pertanian,” ujar Direktur SDM, Tata Kelola, dan Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan, saat memberikan keterangan pers terkait Svarna Bhumi Award 2025.
Penghargaan ini diharapkan bisa meningkatkan semangat para pejuang pangan, baik yang sudah lama mengabdikan diri maupun mereka yang baru memulai, untuk terus berinovasi. Sebab, ketahanan pangan adalah isu penting yang berdampak langsung pada kesejahteraan bangsa.
Dewan Juri dari Berbagai Latar Belakang
Proses penjurian Svarna Bhumi Award 2025 melibatkan para tokoh ternama dari berbagai bidang, sehingga penilaian dilakukan secara objektif dan menyeluruh. Dewan juri terdiri dari:
- Direktur SDM dan Umum PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan
- Jurnalis senior sekaligus pembawa acara Kick Andy, Andy F Noya
- Aktivis sosial dan lingkungan hidup, Tri Mumpuni
- Akademisi sekaligus pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali
- Aktris muda dan pegiat sosial, Prilly Latuconsina
Kehadiran juri lintas bidang ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal teknis pertanian, tetapi juga menyentuh aspek sosial, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan komunitas.
“Kolaborasi berbagai pihak penting untuk mendukung sektor pangan. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa penghargaan ini tidak hanya melihat dari sisi produktivitas, tetapi juga keberlanjutan dan dampaknya bagi masyarakat,” tambah Tri Mumpuni, yang dikenal sebagai aktivis energi dan lingkungan.
Generasi Muda Jadi Sorotan Utama
Hal yang paling menonjol dalam gelaran tahun ini adalah semakin banyaknya generasi muda yang tampil sebagai kandidat penerima penghargaan. Fenomena ini menjadi harapan baru bagi regenerasi sektor pertanian di Indonesia yang selama ini dianggap kekurangan peminat dari kalangan muda.
“Banyak di antara kandidat itu usianya masih muda. Ini sinyal baik bahwa ada regenerasi di dunia pertanian. Kami berharap ketahanan pangan yang menjadi tujuan pemerintah bisa tercapai,” jelas Andy F Noya.
Para pemuda ini hadir dengan inovasi, kreativitas, dan semangat baru dalam mengelola lahan pertanian, teknologi pangan, hingga pemberdayaan masyarakat desa. Peran mereka sekaligus membuktikan bahwa sektor pertanian bisa menjadi bidang yang menarik dan prospektif, bukan sekadar pekerjaan tradisional yang dianggap ketinggalan zaman.
Beberapa di antara mereka memanfaatkan teknologi digital seperti aplikasi pemasaran hasil tani, sistem irigasi pintar (smart farming), hingga membangun komunitas pertanian organik yang ramah lingkungan. Dengan pendekatan modern, mereka mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memberdayakan petani lokal.
Tantangan Ketahanan Pangan yang Semakin Kompleks
Pangan adalah kebutuhan dasar manusia, sehingga ketahanannya menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Namun, tantangan yang dihadapi cukup kompleks, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, krisis air, hingga penurunan jumlah petani aktif.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan bahwa jumlah petani berusia di bawah 40 tahun masih kurang dari 30 persen dari total petani aktif di Indonesia. Kondisi ini cukup memprihatinkan, mengingat regenerasi petani sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pangan.
Di sinilah peran para pahlawan pangan yang dihargai melalui Svarna Bhumi Award menjadi penting. Mereka hadir dengan solusi-solusi kreatif untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan yang cukup, sehat, dan berkelanjutan.
PT Pupuk Indonesia sebagai salah satu BUMN strategis di bidang pupuk berkomitmen untuk terus mendukung program-program semacam ini. Harapannya, penghargaan ini mampu memotivasi lebih banyak individu dan komunitas untuk ikut terlibat menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Inspirasi bagi Anak Muda Indonesia
Bagi para anak muda, ajang penghargaan seperti Svarna Bhumi Award 2025 juga menjadi ajakan untuk melihat sektor pertanian dari perspektif baru. Kini pertanian identik dengan inovasi teknologi seperti hidroponik, urban farming, hingga ekowisata berbasis pangan.
Anak muda bisa berperan bukan hanya sebagai petani, tetapi juga sebagai wirausahawan sosial, inovator teknologi, hingga influencer yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pangan berkelanjutan.
“Anak muda harus melihat bahwa pangan bukan hanya urusan petani desa, tapi juga tantangan global yang bisa kita pecahkan bersama dengan cara modern,” pesan Prilly Latuconsina, salah satu juri termuda.
Dengan semangat ini, generasi muda diharapkan menjadi motor penggerak pertanian masa depan yang lebih modern, produktif, dan ramah lingkungan. Kehadiran mereka sekaligus membawa angin segar bagi industri pertanian yang selama ini dianggap monoton.
Ajang Svarna Bhumi Award 2025 bukan sekadar penghargaan, tetapi juga momentum penting untuk mengingatkan kita bahwa pangan adalah urusan bersama. Kehadiran generasi muda di bidang ini memberi harapan baru bagi ketahanan pangan Indonesia. Semoga lebih banyak lagi anak muda yang terinspirasi untuk terjun ke sektor pertanian dan menjadi pahlawan pangan di masa depan.
Apresiasi seperti ini juga penting sebagai bentuk pengakuan bagi kerja keras mereka yang bekerja dalam diam, memastikan setiap rumah tangga di Indonesia tetap punya makanan di meja. Dengan kolaborasi berbagai pihak, ketahanan pangan bukan sekadar mimpi, tetapi visi nyata yang bisa kita wujudkan bersama.***