Halo Inversi! Siapa sangka, dari tugas kuliah bisa muncul ide bisnis sekeren ini? Begitulah awal mula lahirnya Es Susu Jelly yang digagas mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat.
Perpaduan susu segar lokal dan potongan jelly warna-warni bikin rasanya manis, segar, sekaligus ramah di kantong. Harganya pun terjangkau, cuma Rp5.000 – Rp10.000 per cup, jadi cocok buat siapa aja.
Estetik, Murah, dan Disukai Generasi Muda
Tampilan Es Susu Jelly yang colorful bikin langsung menarik perhatian. Estetik banget kalau difoto, rasanya segar, harganya murah paket lengkap!
Nggak heran minuman ini cepat jadi tren di kalangan pelajar, mahasiswa, sampai masyarakat umum yang butuh minuman segar tanpa bikin dompet tipis.
Generasi muda tahu banget cara main di dunia digital. Es Susu Jelly dipromosikan lewat Instagram, TikTok, WhatsApp, sampai Facebook dengan foto kece dan video pendek yang bikin ngiler.
Tapi mereka juga nggak melupakan penjualan offline di sekolah, kampus, dan pasar mingguan. Gabungan online dan offline inilah yang bikin produk ini cepat viral.
Es Susu Jelly bukan cuma bisnis kecil, tapi representasi wajah baru UMKM di Kalimantan Selatan. Ide sederhana bisa jadi usaha kreatif dan modern, apalagi kalau tetap menggunakan bahan-bahan lokal. Kreativitas anak muda inilah yang jadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah.
Cuan Plus Dampak Sosial
Selain menguntungkan secara ekonomi, usaha ini juga membuka lapangan kerja buat masyarakat sekitar. Banyak anak muda bisa ikut belajar wirausaha secara langsung.
Meski begitu, langkah ke depan yang lebih sustainable juga penting — seperti menggunakan kemasan ramah lingkungan biar makin keren dan peduli bumi.
Kisah Es Susu Jelly bukti nyata kalau memulai usaha nggak selalu harus dengan modal besar. Yang penting punya ide, kreativitas, keberanian, dan jago manfaatin digital. Cerita sukses ini bisa jadi inspirasi buat anak muda Banjarmasin (dan Indonesia) untuk ikut berinovasi di dunia kuliner.