Hai Inversi! Siapa sangka, di balik gurihnya Bakso Rusuk Samanhudi ada cerita inspiratif dari seorang perantau bernama Dion Widjaja. Ia rela meninggalkan karier mapan di Australia demi membuka usaha kuliner di Indonesia.
Kini, usahanya berkembang pesat dengan 12 cabang di berbagai kota besar.
Dari Karier Mapan ke Dapur Bakso
Dion Widjaja dulu punya pekerjaan bergengsi di Australia. Tapi setiap kali pulang ke Indonesia, satu hal yang selalu ia cari adalah bakso. “Saya benar-benar suka bakso. Begitu sampai Indonesia pasti langsung cari bakso,” kenangnya.
Suatu ketika ia mencoba bakso rusuk dengan kuah segar dan iga empuk yang direbus, bukan dibakar. Dari situlah ia sadar, cinta pada makanan bisa jadi awal dari sebuah perjalanan besar.
Keputusan Dion untuk berbisnis bakso sempat bikin teman-temannya kaget. “Kenapa ninggalin kerjaan bagus di Australia cuma buat jualan bakso?” begitu kira-kira komentar mereka.
Namun, Dion yakin bahwa bisnis terbaik adalah yang dijalani dengan hati. Karena itu, ia memilih menjadikan bakso rusuk makanan favoritnya sebagai jalan hidup sekaligus peluang untuk membuka lapangan kerja.
Dari Satu Gerai ke 12 Cabang
Tekad Dion ternyata berbuah manis. Kini, Bakso Rusuk Samanhudi punya 12 cabang di 10 kota, mulai dari Jakarta, Bekasi, sampai Bandung.
Brand ini juga kerap ikut serta di festival kuliner bergengsi, salah satunya TikTok Food Fest 2025 di Hutan Kota GBK pada 11-12 Oktober mendatang.
Dari sekadar kecintaan pada semangkuk bakso, Dion berhasil membuktikan bahwa passion yang dijalani dengan sungguh-sungguh bisa membawa kesuksesan. Kisahnya jadi bukti bahwa kadang jalan yang tak biasa justru bisa mengantarkan kita pada pencapaian luar biasa.