Halo Inversi! Dunia digital makin cepat berubah, dan siapa pun bisa jadi content creator asal punya ide dan semangat. Tapi, bagaimana biar nggak cuma viral sesaat, melainkan juga punya impact positif? Itulah yang coba dijawab oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) lewat acara Workshop Digital Kreatif yang digelar di SMK Citra Negara Depok.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Digital Creative Community (DICO) dan UBSI, yang punya satu visi: membentuk generasi muda melek digital, kreatif, dan bertanggung jawab di dunia maya.
Mahasiswi Inspiratif UBSI, Nabila Rohimah, Jadi Narasumber Utama
Yang bikin acara ini makin seru adalah kehadiran Nabila Rohimah, mahasiswi berprestasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI sekaligus selebgram muda dengan segudang prestasi. Di sesi bertema “Tips Menjadi Konten Kreator”, Nabila berbagi pengalaman soal bagaimana membangun personal branding positif di tengah arus media sosial yang penuh kompetisi.
“Menjadi konten kreator itu bukan cuma soal banyaknya followers atau likes. Tapi soal bagaimana karya kita bisa memberikan nilai dan dampak baik buat orang lain,” ujar Nabila, penuh semangat.
Ia juga menekankan tiga kunci utama bagi kreator muda: etika, konsistensi, dan kreativitas. Menurutnya, konten yang bermakna akan bertahan lebih lama daripada konten yang hanya mengandalkan sensasi.
Ratusan siswa SMK Citra Negara terlihat antusias mengikuti sesi ini. Mereka bahkan langsung praktek bikin short content pakai ponsel masing-masing mulai dari konsep, pengambilan gambar, hingga editing cepat.
Belajar Storytelling dari Dunia Brand Global
Selain Nabila, hadir pula Taat Kuspriyono, partner DICO yang membawakan materi tentang storytelling dalam dunia pemasaran digital. Ia menjelaskan bagaimana cerita yang kuat bisa membuat audiens merasa terhubung dengan sebuah merek atau pesan.
“Storytelling yang bagus itu selalu punya hero, konflik, solusi, dan pesan moral. Contohnya kayak kampanye Dove Real Beauty, Coca-Cola Share a Coke, atau Nike Find Your Greatness. Semua sukses karena mampu menyentuh sisi emosional manusia,” jelas Taat.
Para siswa pun diajak untuk melihat bahwa membuat konten itu nggak sekadar “ikut tren TikTok”, tapi juga tentang menyampaikan pesan dan nilai lewat cerita.
SMK Citra Negara & UBSI: Kolaborasi Ciptakan Generasi Digital Kreatif
Kepala SMK Citra Negara, Abdul Kodir Zaelani, mengaku bangga dan berterima kasih atas kolaborasi ini. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar para siswa siap menghadapi dunia digital yang makin kompetitif.
“Anak-anak sekarang luar biasa kreatif. Tapi mereka juga butuh bimbingan agar kreativitas itu bisa diarahkan ke hal positif,” ujarnya.
Sementara itu, pihak UBSI menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang rutin digelar sebagai bentuk nyata peran kampus dalam mendukung pengembangan kompetensi komunikasi digital di kalangan pelajar.
UBSI ingin dikenal bukan hanya sebagai kampus teknologi, tapi juga Kampus Digital Kreatif yang mencetak mahasiswa inovatif, inspiratif, dan siap bersaing di dunia industri kreatif.
Lewat kegiatan ini, UBSI membuktikan bahwa kreativitas bukan cuma milik mereka yang sudah “terkenal di dunia maya”, tapi juga setiap anak muda yang berani belajar, bereksperimen, dan berbagi ide. Karena di era digital seperti sekarang, being viral mungkin mudah tapi being valuable adalah tujuan sebenarnya.