Halo Inversi! Menjadi selebgram dengan ratusan ribu pengikut mungkin sudah cukup bagi sebagian orang. Tapi tidak untuk Rekha Lena. Di tengah kesibukannya sebagai content creator dengan lebih dari 735 ribu followers, perempuan muda ini justru membuktikan kalau popularitas tanpa prestasi akademik bukanlah pencapaian yang lengkap.
Tanggal 7 Mei 2025 menjadi momen bersejarah bagi Rekha. Ia resmi diwisuda sebagai lulusan magister (S2) Administrasi Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan predikat summa cum laude dan IPK sempurna: 4,0. Yap, bukan main-main, ini nilai maksimal yang bahkan jarang diraih mahasiswa di tingkat magister.
Yang menarik, Rekha sebenarnya sudah menyelesaikan seluruh tugas kuliah sejak tahun 2024. Namun, ia sengaja menunda wisuda karena alasan pribadi. “Aku pengin semua momen ini terasa lebih matang dan bermakna,” ungkapnya.
Dari Dunia Digital ke Dunia Pendidikan
Setelah sukses menamatkan studi, Rekha nggak lantas berhenti di situ. Justru dari pencapaian ini, ia menyalakan misi baru membuka akses pendidikan bagi anak-anak, terutama perempuan dari keluarga kurang mampu.
“Banyak perempuan di Indonesia masih kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak. Padahal pendidikan itu pondasi karakter dan masa depan,” kata Rekha kepada JawaPos.com.
Rekha bahkan mengaitkan hal itu dengan hasil survei situs Seeking Arrangement yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah sugar daddy terbanyak kedua di Asia, setelah India. “Persamaannya ada di rendahnya pendidikan. Kalau perempuan punya pendidikan tinggi, cara berpikirnya pasti lebih kritis dan mandiri, bukan sekadar cari jalan pintas,” tegasnya.
Mimpi Membangun Sekolah Gratis untuk Anak Muda Berbakat
Terinspirasi dari realitas sosial yang ia lihat, Rekha kini tengah merancang proyek besar: membangun sekolah gratisuntuk anak-anak berbakat yang punya mimpi besar tapi terbatas secara ekonomi.
“Impian aku itu punya sekolah yang bisa bantu anak-anak mengasah skill-nya sampai profesional di bidang masing-masing,” ujarnya dengan penuh semangat.
Sekolah impian Rekha bukan cuma soal akademik, tapi juga pengembangan karakter dan keterampilan praktis. “Setiap orang punya potensi unik. Pendidikan seharusnya jadi tempat buat nemuin potensi itu,” tambahnya.
Menariknya, meski baru lulus S2, Rekha sudah melanjutkan studi ke jenjang S3. Ia percaya bahwa belajar adalah proses tanpa akhir.
Harapan untuk Indonesia yang Lebih Cerdas dan Berdaya
Sebagai figur publik yang punya pengaruh besar di media sosial, Rekha nggak cuma bicara untuk dirinya sendiri. Ia juga menyuarakan harapan agar pemerintahan Prabowo-Gibran bisa memperluas akses pendidikan, terutama bagi perempuan di seluruh Indonesia.
“Pendidikan itu bukan cuma soal ilmu, tapi cara membentuk pribadi yang baik. Kalau tiap orang punya pribadi yang baik, negara juga akan jadi lebih baik,” ujarnya bijak.
Kisah Rekha Lena membuktikan bahwa jadi anak muda zaman sekarang nggak cukup cuma viral tapi juga harus punya nilai, visi, dan kontribusi nyata. Di tengah dunia yang serba cepat dan digital, Rekha jadi contoh nyata bahwa kecerdasan, empati, dan aksi sosial bisa berjalan beriringan dengan eksistensi di media sosial.
Jadi, kalau selama ini kamu cuma ngeluh capek kuliah, coba tengok sosok Rekha. Ia bukan hanya “influencer”, tapi juga inspirator yang membuktikan kalau otak encer dan hati peduli adalah kombinasi yang paling keren di abad ini.