By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Tragis! Arjuna Tamaraya Tewas Dikeroyok Gegara Numpang Tidur di Masjid Sibolga
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tragis! Arjuna Tamaraya Tewas Dikeroyok Gegara Numpang Tidur di Masjid Sibolga

Terkini

Tragis! Arjuna Tamaraya Tewas Dikeroyok Gegara Numpang Tidur di Masjid Sibolga

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
9 months ago
Share
4 Min Read
Istimewa
Istimewa
SHARE

Peristiwa memilukan terjadi di Masjid Agung Sibolga pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025. Seorang pemuda bernama Arjuna Tamaraya (21), yang diketahui sebagai mahasiswa dan tulang punggung keluarga, tewas setelah dikeroyok oleh lima pria hanya karena berniat menumpang tidur di masjid. Tragedi ini mengguncang masyarakat dan memicu diskusi nasional tentang keamanan tempat ibadah dan perlindungan terhadap warga yang rentan.

Peristiwa bermula sekitar pukul 03.30 WIB. Arjuna datang ke Masjid Agung Sibolga dan meminta izin untuk beristirahat. Ia sempat berkata, “Ini rumah Allah, saya cuma mau istirahat.”

Namun, seorang pria berinisial ZP alias A (57) melarang Arjuna tidur di area masjid. Merasa tersinggung karena permintaannya tidak dihiraukan, ZP memanggil empat rekannya: HB alias K (46), SS alias J (40), dan dua lainnya. Mereka kemudian melakukan pengeroyokan brutal terhadap Arjuna.

Aksi kekerasan tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV masjid. Dalam rekaman yang viral di media sosial, terlihat para pelaku menendang dan memukul korban berkali-kali, bahkan menyeretnya keluar masjid dalam kondisi tak berdaya. Salah satu pelaku bahkan melemparkan buah kelapa ke kepala korban.

Arjuna ditemukan dalam kondisi kritis dan sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Arjuna Tamaraya adalah mahasiswa yang juga bekerja sebagai nelayan untuk membiayai pendidikan kakak dan adiknya. Setelah ayahnya meninggal pada April 2025, Arjuna mengambil tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga.

Pamannya, Kausar, menyebut bahwa Arjuna adalah sosok pekerja keras dan penuh tanggung jawab. “Dia menggantikan posisi ayahnya. Dia nelayan, dia juga membiayai adik dan kakaknya kuliah,” ujar Kausar.

Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Satreskrim Polres Sibolga berhasil menangkap tiga pelaku utama. Dua lainnya masih dalam pengejaran. Polisi menyatakan bahwa tidak ada larangan untuk tidur di masjid, dan kasus ini murni kriminal.

Kapolres Sibolga menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan transparan.

Baca Juga :

Kemitraan Gresik-Jepang Lakukan Literasi Numerasi Untuk Fondasi SDM Unggul
Saddil Ramdani Kembali Dipanggil Timnas Indonesia, Siap Bersaing di Era John Herdman

Kasus ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan bagaimana tempat ibadah bisa menjadi lokasi kekerasan. Tagar #KeadilanUntukArjuna sempat trending di media sosial, dengan ribuan netizen menyuarakan dukungan dan belasungkawa.

Tokoh agama dan aktivis sosial juga angkat bicara. Mereka menekankan bahwa masjid seharusnya menjadi tempat aman dan terbuka bagi siapa pun, terutama mereka yang membutuhkan perlindungan.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa tempat ibadah harus dijaga sebagai ruang aman, bukan hanya secara spiritual tetapi juga sosial. Masjid, gereja, pura, dan tempat ibadah lainnya memiliki fungsi sosial yang melekat: menjadi tempat berlindung, beristirahat, dan mencari ketenangan.

Kasus Arjuna menunjukkan bahwa masih ada tantangan dalam menjaga nilai-nilai tersebut. Diperlukan edukasi, pengawasan, dan empati agar tragedi serupa tidak terulang.

Kematian Arjuna Tamaraya bukan hanya tragedi personal, tetapi juga cermin dari kegagalan kolektif dalam menjaga ruang publik yang aman. Pemerintah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat perlu bersatu untuk memastikan keadilan ditegakkan dan tempat ibadah benar-benar menjadi rumah bagi semua.

Karena tidak ada alasan yang bisa membenarkan kekerasan, apalagi di tempat yang seharusnya menjadi simbol kedamaian.

You Might Also Like

Minyak Dunia Tembus US$100 Lagi! Indonesia Masih Survival Mode
Karimun Masuk PSN! Tangki BBM Raksasa Disiapkan, Stok Energi Makin Aman
Fakta PHK Samarinda ! Disnaker: Proyek Tambang Berakhir, Bukan Sebab RKAB
DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia
TAGGED:DikeroyokMasjid Agung SibolgaTragedi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Petani Muda Indonesia Mulai Menjadi Tren, Pendapatan Capai Rp20 Juta per Bulan, Tertarik?
Next Article Ilustrasi Graduation Biar Nggak Cuma Pintar Teori, Tapi Juga Siap Hadapi Dunia Nyata, Ini Dia Cara Seru Belajar Soft Skill di Kampus
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian

BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia

Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri

2 days ago
Internasional

Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth

2 days ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran

4 days ago
Internasional

Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index