Inversi. Inisiatif Pemerintah Kabupaten Gresik menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sprix Inc., perusahaan pendidikan terkemuka dari Tokyo, Jepang, merupakan langkah strategis yang berwawasan ke depan.
Kolaborasi ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal, terutama pada kemampuan numerasi, memerlukan adopsi teknologi pendidikan global dan komitmen institusional yang berkelanjutan.
Di era persaingan global yang didorong oleh data dan teknologi, kemampuan numerasi (numeracy literacy) telah menjadi keterampilan fundamental yang menentukan daya saing individu dan daerah.
Numerasi, yang melampaui sekadar berhitung, adalah kemampuan untuk menerapkan konsep matematika dalam berbagai situasi kehidupan nyata. Memahami urgensi ini, Pemerintah Kabupaten Gresik mengambil tindakan progresif melalui kemitraan internasional.
Pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di Gressmall Gresik, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi menandatangani MoU dengan Sprix Inc., perusahaan teknologi pendidikan (EduTech) yang berbasis di Tokyo.
Kesepakatan ini, yang turut ditandatangani oleh Manager Global Division Sprix Inc., Wataru Ueno, dan disaksikan oleh Director of Sprix Indonesia, Koji Ueda, menjadi komitmen institusional Pemkab Gresik untuk mencetak SDM yang berkualitas dan andal.
Numerasi: Bukan Sekadar Lomba, tetapi Momentum Peningkatan Kualitas
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan kegiatan Gress of Champions Piala Bupati dan peluncuran Gerakan Numerasi Nasional. Hal ini menegaskan bahwa kerja sama dengan Jepang adalah bagian dari sebuah gerakan masif untuk menjadikan numerasi sebagai budaya.
Bupati Fandi Akhmad Yani menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan matematika, khususnya dalam mengasah kemampuan numerasi guru dan siswa di Gresik.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pembelajaran matematika, dalam rangka meningkatkan kualitas dan mencetak generasi-generasi berprestasi di Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Bupati berharap program ini akan meningkatkan kemampuan numerasi secara signifikan, dengan semakin banyaknya siswa SD dan SMP yang dapat mengakses pembelajaran matematika dengan cara yang lebih efektif, terstruktur, dan berbasis teknologi.
“Pemkab Gresik terus mendorong dalam meningkatkan numerasi kita, ini bukan sekadar lomba tapi sebuah momentum. Ke depan kita asesmen kembali, kita terus dorong SDM kita agar muncul anak-anak hebat dari Gresik,” harapnya.
Pesan ini menanamkan kesadaran bahwa kegiatan kompetisi adalah trigger atau pemicu, sementara tujuan akhirnya adalah perubahan sistemik dalam kualitas SDM Gresik secara keseluruhan.
Adopsi Teknologi dan Pengalaman Global
Kolaborasi dengan Sprix Inc., yang dikenal dengan inovasi dalam metode pembelajaran matematika, memberikan kesempatan bagi Gresik untuk mengadopsi praktik terbaik (best practice) global. Hal ini memungkinkan guru dan siswa di Gresik terpapar pada kurikulum dan teknologi yang telah teruji di salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, Jepang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan inspirasi langsung dari Bupati untuk mencetak pelajar berprestasi. Konsistensi Pemkab dalam menjadikan pengembangan SDM sebagai fokus utama diwujudkan melalui kemitraan dengan Sprix Inc.
“Melalui gerakan Numerasi Nasional diharapkan ada kenaikan nilai numerasi yang signifikan di Kabupaten Gresik,” singkatnya.
Gerakan ini, yang melibatkan pelajar SD dan SMP (jenjang paling krusial dalam pembentukan fondasi numerasi), merupakan investasi jangka panjang dalam kemampuan akademik. Kemampuan numerasi yang baik tidak hanya berguna di kelas matematika, tetapi juga esensial untuk memahami data, mengambil keputusan rasional, dan sukses dalam berbagai bidang profesional di masa depan.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak seluruh stakeholder untuk memanfaatkan kolaborasi tersebut untuk mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan numerasi yang baik, serta saling berbagi pengalaman dalam menerapkan teknologi pendidikan.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini membantu dalam mengembangkan kemampuan akademik anak-anak di Kabupaten Gresik, terutama pada jenjang pendidikan SD dan SMP,” pungkasnya.
Kemitraan Gresik-Jepang ini adalah simbol dari keberanian daerah untuk berinovasi, menembus batas geografis, dan mengadopsi standar global demi meningkatkan mutu pendidikan lokal dan mencetak generasi emas dari Gresik.