By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Mengukuhkan Ecososiopreneurship Inklusif Komunitas Tuli Banyuwangi!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mengukuhkan Ecososiopreneurship Inklusif Komunitas Tuli Banyuwangi!

Ekonomi

Mengukuhkan Ecososiopreneurship Inklusif Komunitas Tuli Banyuwangi!

Adrian
By
Adrian
7 months ago
Share
5 Min Read
Foto : Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Komunitas Tuli Banyuwangi Petakan Wirausaha Inklusif.
Foto : Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Komunitas Tuli Banyuwangi Petakan Wirausaha Inklusif.
SHARE

Inversi. Inklusi sejati tumbuh dari kesadaran kolektif dan inisiatif mandiri. Kolaborasi antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Komunitas Tuli Banyuwangi (Taliwangi) melahirkan gagasan progresif: membangun peta digital wirausaha inklusif. Langkah ini membuktikan bahwa semangat ecososiopreneurship mampu menjadi jembatan menuju kesetaraan ekonomi bagi penyandang disabilitas.

Contents
Digitalisasi sebagai Alat InklusiPeta Digital Wirausaha InklusifMendukung Legalitas dan Digital Marketing

Wirausaha sosial (sociopreneurship) adalah model bisnis yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Ketika model ini dilebur dengan semangat keberagaman (Bhinneka) dan inklusi, hasilnya adalah ekosistem ekonomi yang adil dan berkeadilan. Inilah yang terjadi di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, melalui inisiatif Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Kegiatan Inkubasi Ecososiopreneur Selai Buah Naga yang menjadi wadah pertemuan lintas komunitas melibatkan tokoh lintas iman, perempuan, dan pemuda secara tak terduga melahirkan sebuah gagasan bottom-up yang revolusioner dari kalangan difabel.

Digitalisasi sebagai Alat Inklusi

Gagasan ini dipantik oleh Putri Pangestu, Ketua Komunitas Tuli Banyuwangi (Taliwangi). Setelah menghadiri sesi dialog dan pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang diselenggarakan Eco Bhinneka, Putri terinspirasi untuk mengonsolidasikan potensi ekonomi di komunitasnya.

“Setelah pulang dari acara Eco Bhinneka, saya langsung buat Google Form dan menyebarkannya ke grup Taliwangi. Tujuannya untuk mendata teman-teman tuli yang punya usaha, baik kecil maupun rumahan,” ujarnya penuh semangat, Senin (8/11/2025).

Langkah sederhana yang memanfaatkan teknologi digital ini mendapat respons yang luar biasa. Dalam beberapa hari, puluhan anggota Taliwangi mulai mengisi formulir, mencatatkan beragam jenis usaha: dari kuliner, laundry, sablon, hingga jasa fotografi. Hal ini menunjukkan bahwa talenta kewirausahaan di kalangan teman tuli sangatlah besar, hanya menunggu saluran yang tepat untuk diakui.

“Banyak teman tuli yang selama ini berjualan tapi belum terdata. Kami ingin data ini menjadi pintu awal menuju kolaborasi dan dukungan nyata,” tambah Putri.

Peta Digital Wirausaha Inklusif

Inisiatif mandiri dari Taliwangi ini disambut hangat oleh Zahrotul Janah, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi. Ia menegaskan bahwa gerakan ini sejalan sempurna dengan semangat Ecososiopreneurshipyang anti-diskriminasi dan berorientasi pada pemberdayaan manusia.

“Kami sangat bangga. Apa yang dilakukan Komunitas Tuli ini menunjukkan bahwa inklusi bisa tumbuh dari bawah. Eco Bhinneka Muhammadiyah siap mendukung dengan mem-branding, dan memetakan titik-titik lokasi usaha teman tuli di seluruh Banyuwangi,” jelas Zahrotul Janah.

Baca Juga :

Daily Routine Mahasiswa: Rahasia Produktivitas dan Keseimbangan Hidup di Dunia Kampus
Tsunami Promo di PRJ 2024, Mulai Moge Murah dan Tampan hingga Hadiah Langsung ke Inggris

Data yang terkumpul ini tidak akan hanya disimpan; ia akan ditransformasikan menjadi peta digital wirausaha inklusif. Peta ini berfungsi sebagai informasi publik yang transparan mengenai keberadaan dan jenis usaha teman tuli.

Tujuan utama peta ini adalah mendekonstruksi stigma dan membuka jalur ekonomi baru. Peta digital ini memudahkan masyarakat umum untuk mengenal, berkunjung, dan bertransaksi langsung dengan pelaku usaha difabel. “Harapan kami, warga bisa tahu bahwa teman tuli juga punya kemampuan, produk, dan semangat yang luar biasa. Dengan peta ini, Eco Bhinneka ingin membuka jalur ekonomi baru yang adil dan setara,” tambahnya.

Mendukung Legalitas dan Digital Marketing

Inisiatif pendataan ini menjadi fondasi bagi kolaborasi lanjutan yang lebih terstruktur. Peta ini akan menjadi bahan kerja sama antara Eco Bhinneka Muhammadiyah dengan Dinas Koperasi Banyuwangi serta Teman Usaha Rakyat.

Melalui program lanjutan ini, para pelaku usaha tuli direncanakan akan menerima dukungan krusial, seperti pendampingan legalitas usaha, pelatihan digital marketing yang sangat penting di era ini serta ruang promosi di ajang bergengsi seperti Festival Buah Naga Inklusif yang akan digelar pada tahun 2026.

Putri Pangestu berharap langkah kecil ini menjadi inspirasi bagi seluruh komunitas difabel lainnya. “Kami ingin teman tuli tidak hanya dikenal karena keterbatasan, tapi karena karya dan kemandiriannya. Terima kasih Eco Bhinneka Muhammadiyah sudah membuka pintu untuk kami,” ungkapnya.

Langkah ini membuktikan bahwa gerakan ekonomi hijau dan inklusif bukan sekadar slogan yang tertulis di atas kertas, melainkan sebuah aksi nyata yang hidup dari solidaritas antarmanusia dan keberanian komunitas untuk memimpin perubahan. “Dari Temurejo, kita belajar bahwa inklusi bukan slogan, ia hidup lewat aksi nyata,” tutup Zahrotul Janah, menegaskan kembali esensi gerakan ini.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
TAGGED:BanyuwangiEcososiopreneurshipInklusifKomunitasKomunitas TuliMengukukuhkanTuli
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Erick Thohir Optimis Indonesia dapat 120 Emas untuk Timnas Difabel di Thailand
Next Article Foto : Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia. Modal Utama Kewirausahaan! Kuatkan Ekonomi Kreatif Generasi Muda Berau
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index