By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Psikolog UGM Sarankan ‘Ruang Jeda’ di Sekolah untuk Redakan Trauma Siswa
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Psikolog UGM Sarankan ‘Ruang Jeda’ di Sekolah untuk Redakan Trauma Siswa

Pendidikan

Psikolog UGM Sarankan ‘Ruang Jeda’ di Sekolah untuk Redakan Trauma Siswa

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
7 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

Psikolog UGM Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D. menekankan perlunya sekolah menyediakan ruang aman bagi siswa yang mengalami kecemasan atau trauma – terutama usai peristiwa genting seperti insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

Contents
Apa itu “Ruang Jeda”?Tanda-Tanda Anak Perlu DukunganAktivitas SEL untuk Menyalurkan EmosiKolaborasi Sekolah – Orang TuaDukungan Pemerintah & Tenaga ProfesionalPanduan Singkat Implementasi “Ruang Jeda”

Apa itu “Ruang Jeda”?

Novi merekomendasikan pembentukan “Ruang Jeda” atau waktu tenang yang dijadwalkan:

  • Sebelum jam pelajaran dimulai
  • Setelah istirahat
  • Menjelang pulang sekolah

Pada momen ini, siswa dan guru diajak berdiam sejenak/bermeditasi ringan, tanpa aktivitas lain. “Tujuannya untuk menenangkan diri dan menurunkan tingkat kecemasan,” ujar Novi saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Tanda-Tanda Anak Perlu Dukungan

Gejala trauma bisa muncul beragam, antara lain:

  • Ketakutan berlebihan, mudah kaget
  • Menarik diri atau menghindari interaksi
  • Perilaku agresif
  • Keceriaan berlebihan yang justru menjadi topeng untuk menutupi luka batin

Aktivitas SEL untuk Menyalurkan Emosi

Sekolah disarankan menyediakan kegiatan Social Emotional Learning (SEL) agar emosi tersalurkan secara sehat, seperti:

  • Melukis, musik, journaling
  • Dialog kelompok kecil (circle time)
  • Kegiatan berbasis alam/outdoor

Hasil SEL dapat dihimpun sebagai portofolio perkembangan emosional yang dibahas bersama wali murid, sehingga sekolah dan orang tua berada pada halaman yang sama dalam mendampingi anak.

Kolaborasi Sekolah – Orang Tua

Pemulihan pascatrauma bukan semata urusan akademik. Menurut Novi, anak perlu ruang aman untuk kembali terkoneksi—dengan Tuhan, sesama, dan alam – agar tumbuh lagi dengan percaya diri dan empati yang lebih kuat.
Jika gejala tak membaik atau malah memburuk, segera konsultasi ke psikolog.

Dukungan Pemerintah & Tenaga Profesional

Secara terpisah, Kemendikdasmen menyampaikan proses belajar di SMAN 72 Jakarta sudah berjalan kondusif secara daring, disertai dukungan psikososial awal berbasis Psychological First Aid (PFA) untuk siswa, guru, dan orang tua.
Sekjen Kemendikdasmen Suharti menyebut layanan ini didampingi profesional oleh 56 psikolog dari HIMPSI, Psikolog Polri, Dinas PPAPP, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tujuannya jelas: mengurangi dan menghilangkan trauma warga sekolah.


Panduan Singkat Implementasi “Ruang Jeda”

  • Durasi 3–5 menit per sesi: napas pelan, mata terpejam/terarah ke titik tenang.
  • Ritual sederhana: musik ambient pelan, pengingat “hadir di sini dan kini”.
  • Bahasa yang empatik: hindari memaksa bercerita; tawarkan opsi bila ingin berbagi.
  • Rujukan profesional: catat siswa dengan gejala menetap; koordinasikan ke konselor/psikolog.
  • Libatkan orang tua: ringkasan aktivitas SEL & tips tindak lanjut di rumah.

Baca Juga :

Khofifah Indar Parawansa Masuk Bursa Cawapres Ganjar Pranowo di Pilpres 2024
Daftar Pemeran Series Dia Angkasa, Ada Shenina Cinnamon hingga Yesaya Abraham

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:dukungan psikososialPFAPsikolog UGMruang jedaSELSMAN 72 Jakartatrauma siswa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Pandji Pragiwaksono Lembaga Adat Toraja Denda Pandji Pragiwaksono 48 Ekor Kerbau, 48 Ekor Babi, dan Uang Rp 2 Miliar karena Candaan Soal Adat
Next Article Cara Praktis Tingkatkan Self-Esteem Remaja di Rumah dan Sekolah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index