By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Cara Praktis Tingkatkan Self-Esteem Remaja di Rumah dan Sekolah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Cara Praktis Tingkatkan Self-Esteem Remaja di Rumah dan Sekolah

LifeStyle

Cara Praktis Tingkatkan Self-Esteem Remaja di Rumah dan Sekolah

Syahrul Munir
By
Syahrul Munir
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
7 months ago
Share
2 Min Read
SHARE

Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana (Universitas Indonesia) menekankan bahwa kepercayaan diri remaja dapat ditumbuhkan dengan menguatkan fokus pada diri sendiri dan merawat diri melalui kebiasaan hidup sehat. Menurutnya, banyak remaja yang merasa “berbeda” atau sulit bergaul lalu menilai dirinya lebih negatif daripada realitasnya.

Contents
Mulai dari Apa yang Sudah AdaPeran Gaya Hidup SehatLingkungan Aman bagi RemajaPanduan Ringkas untuk Orang Tua & Sekolah

Mulai dari Apa yang Sudah Ada

Vera menyarankan remaja untuk menyoroti kekuatan pribadi—bukan kekurangan.

  • Catat hal-hal kecil yang bisa dibanggakan: ketekunan, kesabaran, kepedulian, kemauan belajar.
  • Ikuti aktivitas positif atau komunitas sesuai minat agar jejaring pertemanan tumbuh tanpa tekanan.
  • Latih keberanian sosial bertahap: menyapa lebih dulu, memberi apresiasi sederhana, ikut diskusi ringan.
  • Hentikan kebiasaan membandingkan diri. Setiap orang punya ritme tumbuh yang berbeda.

Peran Gaya Hidup Sehat

Perawatan diri bukan soal penampilan semata, melainkan pondasi suasana hati dan rasa percaya diri:

  • Tidur cukup agar emosi lebih stabil.
  • Makan bergizi seimbang untuk energi dan konsentrasi.
  • Aktivitas fisik teratur (jalan cepat, olahraga favorit) untuk memperbaiki mood dan citra diri.

Intinya, ketika tubuh dirawat, pikiran dan emosi pun lebih siap menghadapi tantangan sosial.

Lingkungan Aman bagi Remaja

KPAI mendorong sejumlah langkah preventif—mulai deteksi dini, dukungan psikososial di sekolah, hingga penguatan regulasi dan prosedur penanganan kekerasan—sebagai upaya mencegah paparan paham ekstrem pada anak.
Komisioner KPAI Aris Adi Leksono menyampaikan keprihatinan atas insiden ledakan yang diduga berasal dari rakitan bahan peledak di SMAN 72 Jakarta dan melibatkan seorang peserta didik. Peristiwa tersebut menjadi alarm penting untuk membangun budaya sekolah yang ramah anak dan anti-kekerasan.

Panduan Ringkas untuk Orang Tua & Sekolah

  • Validasi perasaan remaja: dengarkan tanpa menghakimi, bantu menamai emosi mereka.
  • Bangun rutinitas sehat: jam tidur, waktu belajar, jeda digital, dan olahraga ringan.
  • Ciptakan ruang aman di rumah/sekolah: tempat bercerita, konseling, dan peer support.
  • Literasi digital: ajari memilah informasi serta menghadapi perundungan daring.
  • Kolaborasi berkelanjutan: guru, konselor, orang tua, dan komunitas bekerja bersama.

You Might Also Like

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara
TAGGED:Gaya Hidup Sehatkesejahteraan mentalKPAIpencegahan kekerasanpercaya diri remajapsikolog anaksekolah ramah anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
BySyahrul Munir
Jurnalist
"Setiap kesalahan adalah pelajaran berharga, bukan alasan untuk menyerah. Bangkitlah dengan kebijaksanaan yang baru"
Previous Article Psikolog UGM Sarankan ‘Ruang Jeda’ di Sekolah untuk Redakan Trauma Siswa
Next Article Remaja Perlu Melek Emosi, Ini Saran Psikolog untuk Masa Depan yang Lebih Terarah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

1 week ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

1 week ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
Travel

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index