JAKARTA – Timnas atletik Indonesia mencetak sejarah di ajang ASEAN School Games 2025 dengan torehan prestasi gemilang. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut, menyebut bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata kebangkitan olahraga Indonesia di level regional.
Dalam gelaran ASEAN School Games (ASG) 2025 di Brunei Darussalam, tim atletik Indonesia berhasil meraih medali emas di nomor bergengsi lari 100 meter putra dan putri. Prestasi ini menjadi catatan sejarah karena Indonesia sebelumnya jarang mendominasi cabang atletik di tingkat ASEAN.
Selain nomor sprint, atletik Indonesia juga menyumbang medali di nomor lompat jauh, tolak peluru, dan estafet 4×100 meter. Total, tim atletik Indonesia membawa pulang lebih dari 10 medali, menjadikan cabang ini salah satu penyumbang terbesar bagi kontingen Merah Putih.
Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pencapaian tim atletik Indonesia adalah bukti bahwa pembinaan usia muda mulai menunjukkan hasil. Ia menyebut atletik sebagai “fondasi olahraga” karena melatih kecepatan, kekuatan, dan daya tahan yang menjadi dasar bagi cabang olahraga lain.
“Atletik adalah ibu dari semua olahraga. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan kita sudah berada di jalur yang benar. Saya bangga dengan semangat juang para atlet muda Indonesia,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers.
Kesuksesan atletik Indonesia tidak lepas dari dukungan lintas sektor. Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan sekolah-sekolah olahraga, KONI, dan federasi atletik untuk menyiapkan atlet muda. Program pelatihan intensif, sport science, dan kompetisi berjenjang menjadi kunci keberhasilan.
Selain itu, Erick Thohir juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas latihan yang memadai. Stadion atletik di berbagai provinsi diharapkan bisa menjadi pusat pembinaan berkelanjutan.
Prestasi tim atletik Indonesia di ASG 2025 memberikan dampak besar bagi motivasi generasi muda. Banyak pelajar yang terinspirasi untuk menekuni atletik setelah melihat keberhasilan rekan sebaya mereka. Media sosial pun ramai dengan dukungan dan kebanggaan terhadap atlet muda Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang membangun karakter, disiplin, dan semangat juang. Atletik menjadi simbol bahwa kerja keras dan konsistensi bisa membawa hasil luar biasa.
Meski sukses di ASEAN School Games, tim atletik Indonesia masih menghadapi tantangan besar di level Asia dan dunia. Negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina memiliki tradisi atletik yang kuat. Untuk bersaing di Asian Games atau Olimpiade, Indonesia perlu meningkatkan kualitas pelatihan, memperbanyak kompetisi internasional, dan memperkuat sport science.
Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung program pembinaan jangka panjang. Targetnya, atlet muda Indonesia bisa menembus final di ajang Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.
Beberapa strategi yang disiapkan pemerintah dan federasi atletik antara lain:
- Pelatihan berbasis sport science untuk meningkatkan performa fisik dan mental.
- Kompetisi berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional.
- Talent scouting di daerah untuk menemukan bibit unggul.
- Kerja sama internasional dengan negara-negara maju dalam atletik.
- Peningkatan fasilitas latihan di stadion dan pusat olahraga daerah.
Prestasi timnas atletik Indonesia di ASEAN School Games 2025 adalah tonggak sejarah baru bagi olahraga nasional. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, federasi, dan masyarakat, atletik Indonesia berpotensi menjadi cabang unggulan di masa depan. Erick Thohir menegaskan bahwa pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju panggung dunia.
“Kita harus terus konsisten. Atletik Indonesia bisa bersaing di level dunia jika kita bekerja sama dan fokus pada pembinaan jangka panjang,” tutup Erick Thohir