inversi.id – Rencana besar PT Pertamina (Persero) untuk menyatukan kekuatan tiga lini bisnis hilirnya menjadi sorotan utama para investor. Integrasi antara PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping kini tinggal menunggu “lampu hijau” dari para stakeholders.
Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut integrasi ini sebagai langkah vital untuk memangkas kompleksitas operasional. “Tujuannya agar perusahaan bisa fokus pada bisnis inti (core business) yakni migas dan energi terbarukan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan daya saing,” paparnya di Surabaya, Rabu.
Langkah strategis yang ditargetkan selesai pada 2026 ini juga merupakan respons langsung terhadap mandat Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada energi.
Prestasi ESG Tetap Terjaga Di tengah kesibukan restrukturisasi, Pertamina membuktikan komitmennya terhadap keberlanjutan. Lembaga pemeringkat Sustainalytics menobatkan Pertamina sebagai peringkat 1 dunia dalam kategori Integrated Oil & Gas Sub-industry dengan skor risiko 23.5 (medium risk).
Selain urusan hilir, Pertamina juga tengah “bersih-bersih” portofolio dengan memindahkan pengelolaan bisnis non-inti seperti rumah sakit, hotel, dan maskapai penerbangan ke dalam ekosistem Danantara.