By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Pertalite Terancam Diserbu Orang Kaya? Ekonom Minta Keran Subsidi Diperketat!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Pertalite Terancam Diserbu Orang Kaya? Ekonom Minta Keran Subsidi Diperketat!

EkonomiTerkini

Pertalite Terancam Diserbu Orang Kaya? Ekonom Minta Keran Subsidi Diperketat!

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
1 month ago
Share
4 Min Read
Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai penyesuaian harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter berpotensi mendorong sebagian pengguna BBM nonsubsidi beralih ke Pertalite yang dijual dengan harga subsidi Rp10.000 per liter. (Foto, Antara/M. Baqir Idrus Alatas)
SHARE

JAKARTA — Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax memunculkan kekhawatiran baru terkait membeludaknya konsumsi BBM subsidi oleh kelompok masyarakat yang sebenarnya tidak berhak. Karena itu, Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mendesak pemerintah segera memperketat pengawasan dan distribusi BBM subsidi agar kuota energi negara tidak bocor ke tangan konsumen mampu.

Menurut Wijayanto, penyesuaian harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter berpotensi mendorong sebagian pengguna BBM nonsubsidi beralih ke Pertalite yang masih dijual dengan harga subsidi Rp10.000 per liter.

Kondisi tersebut, kata dia, harus diantisipasi sejak dini agar subsidi energi tetap dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerimanya.

“Memastikan subsidi BBM tepat sasaran. Jangan sampai mereka yang tidak berhak mengonsumsi Pertalite bergeser menjadi konsumen,” kata Wijayanto Samirin saat dihubungi di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Peringatan tersebut dinilai semakin relevan di tengah berbagai upaya pemerintah memberantas praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang selama ini masih terjadi di lapangan. Salah satu modus yang kerap terungkap adalah praktik penimbunan solar subsidi menggunakan banyak kendaraan secara bergantian atau yang populer disebut modus “mobil helikopter”.

Karena itu, pengetatan pengawasan pasca-kenaikan harga Pertamax tidak hanya bertujuan menjaga kuota subsidi tetap tepat sasaran, tetapi juga menjadi momentum untuk mempercepat penutupan berbagai celah penyalahgunaan yang selama ini dimanfaatkan oknum mafia BBM.

Pengamat ekonomi menilai penerapan sistem digital berbasis identifikasi kendaraan dan konsumen dapat menjadi salah satu solusi untuk memastikan subsidi energi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Dengan sistem yang lebih tertutup dan terintegrasi, ruang gerak spekulan maupun penimbun dapat dipersempit.

Wijayanto juga mengingatkan bahwa pemerintah perlu menjaga berbagai program perlindungan sosial lainnya agar daya beli masyarakat tidak tergerus akibat tekanan biaya hidup.

Selain memastikan subsidi BBM tepat sasaran, pemerintah juga diminta menjaga stabilitas subsidi listrik dan LPG hingga akhir tahun. Kemudahan akses terhadap layanan BPJS Kesehatan juga harus dipertahankan agar masyarakat memiliki bantalan ekonomi yang memadai.

Baca Juga :

Penderita Diabetes Bergantung Insulin Alami Gangguan Makan, Ini Alasannya
Hujan dan Euforia, BLACKPINK Bikin GBK Bergetar Lewat ‘Kill This Love’

Di sektor perumahan, pemerintah dinilai perlu mengantisipasi kemungkinan kenaikan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) yang dapat menambah beban rumah tangga. Sementara itu, pasokan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng juga harus dijaga agar tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Menurut Wijayanto, seluruh instrumen tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah berbagai tekanan.

“Jika hal-hal tersebut tidak hadir, dikhawatirkan inflasi akan meroket, masyarakat kesulitan hidup dan berpotensi menimbulkan kaos,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, mulai 10 Juni 2026 Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax Turbo tetap Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Untuk BBM subsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar masih dipertahankan pada level Rp6.800 per liter.

Dengan selisih harga yang semakin lebar antara BBM subsidi dan nonsubsidi, penguatan sistem pengawasan dinilai menjadi kunci utama agar anggaran subsidi energi negara tidak bocor kepada kelompok yang tidak berhak. Di saat yang sama, langkah tersebut juga menjadi instrumen penting untuk menutup ruang gerak para spekulan dan mafia BBM yang selama ini memburu keuntungan dari celah distribusi subsidi.

You Might Also Like

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian
DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia
Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan
Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia
TAGGED:BBM Non SubsidiEkonom Senior Universitas ParamadinaWijayanto Samirin
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Arnautovic Jadi Pembeda, Austria Selamat dari Kejutan Yordania!
Next Article Level Dewa! Hanya Segelintir Pencetak Hattrick di Piala Dunia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri

2 days ago
Internasional

Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth

2 days ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran

4 days ago
Internasional

Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index