By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: AS dan Iran Disebut Hampir Capai Kesepakatan Awal soal Nuklir dan Konflik
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » AS dan Iran Disebut Hampir Capai Kesepakatan Awal soal Nuklir dan Konflik

Internasional

AS dan Iran Disebut Hampir Capai Kesepakatan Awal soal Nuklir dan Konflik

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Presiden AS Donald Trump. (Foto : Reuters)
SHARE

INVERSI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pembicaraan antara Washington dan Teheran menunjukkan perkembangan positif dalam 24 jam terakhir. Ia bahkan menilai peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran kini semakin terbuka.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (6/5/2026). Menurutnya, Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan,” kata Trump.

Trump kembali menegaskan bahwa kesepakatan apa pun nantinya harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

“Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya, dan mereka telah menyetujuinya,” katanya.

Meski optimistis, Trump memastikan tidak ada batas waktu khusus dalam proses negosiasi tersebut.

Ketika ditanya terkait tenggat waktu kesepakatan, Trump mengatakan bahwa “tidak pernah ada tenggat waktu.”

Sebelumnya, dalam wawancara bersama stasiun televisi PBS, Trump menyebut kesepakatan yang diinginkan AS mencakup pemindahan stok uranium yang diperkaya milik Iran langsung ke Amerika Serikat. Selain itu, Iran juga diminta menghentikan seluruh aktivitas di fasilitas nuklir bawah tanahnya.

Trump bahkan melontarkan peringatan keras apabila negosiasi gagal mencapai titik temu.

Baca Juga :

Minions Mundur dari Pelatnas, PP PBSI: Ada Farewell di Indonesia Open
Sumedang Kirim Empat Duta Literasi Muda ke Festival Literasi Perpusnas 2025

“Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan jatuhkan bom.”

Ia juga membantah laporan yang menyebut Iran masih diperbolehkan melakukan pengayaan uranium hingga 3,67 persen dalam kesepakatan tersebut. Trump menegaskan poin itu tidak termasuk dalam kerangka negosiasi saat ini.

Sementara itu, pemerintah Iran menyatakan proposal yang disampaikan Amerika Serikat melalui mediasi Pakistan masih dalam tahap peninjauan internal.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran akan menyampaikan sikap resminya setelah seluruh proses evaluasi selesai dilakukan.

Media semi-resmi Iran, ISNA, juga menyebut sejumlah laporan media Amerika, termasuk Axios, terkait rincian kesepakatan masih bersifat spekulatif.

Menurut ISNA, tim negosiasi Iran saat ini tetap fokus pada upaya menghentikan perang secara penuh.

Di sisi lain, Axios melaporkan bahwa Iran dan Amerika Serikat disebut hampir mencapai kesepakatan awal yang akan menjadi dasar penghentian konflik sekaligus membuka jalan bagi negosiasi nuklir yang lebih luas.

Laporan tersebut menyebut Washington menunggu respons Teheran terhadap sejumlah isu penting dalam waktu 48 jam.

Meski belum ada keputusan final, pejabat AS dikabarkan memandang proses negosiasi saat ini sebagai perkembangan paling signifikan sejak konflik berlangsung.

Dalam rancangan memorandum yang sedang dibahas, kedua pihak disebut akan menyepakati penghentian perang dan melanjutkan negosiasi lanjutan selama 30 hari untuk membahas detail kesepakatan yang lebih komprehensif.

Pembicaraan berikutnya diperkirakan mencakup pembukaan jalur transit di Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, hingga pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran.

Axios juga melaporkan Islamabad dan Jenewa menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan sebagai tempat lanjutan negosiasi.

Dalam draf yang beredar, Iran disebut akan menyetujui moratorium pengayaan uranium. Sebagai gantinya, AS akan melonggarkan sanksi secara bertahap serta mencairkan miliaran dolar dana Iran yang selama ini dibekukan.

Kedua negara juga disebut akan mengurangi berbagai pembatasan di kawasan Selat Hormuz, termasuk pembatasan pengiriman oleh Iran dan blokade angkatan laut AS.

Namun hingga kini, durasi moratorium pengayaan uranium masih menjadi perdebatan. Iran mengusulkan masa berlaku lima tahun, sementara Amerika Serikat menginginkan jangka waktu hingga 20 tahun.

You Might Also Like

Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia
Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri
Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth
Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran
Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru
TAGGED:AmerikaDonald TrumpIran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mentan Amran Sebut MBG Jadi Penopang Hasil Panen 165 Juta Petani
Next Article IHSG Menguat ke Level 7.160, Sentimen Damai AS-Iran Jadi Pendorong
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Minyak Dunia Tembus US$100 Lagi! Indonesia Masih Survival Mode

Karimun Masuk PSN! Tangki BBM Raksasa Disiapkan, Stok Energi Makin Aman

Fakta PHK Samarinda ! Disnaker: Proyek Tambang Berakhir, Bukan Sebab RKAB

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian

DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat

BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia

Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalKesehatan

Kasus Campak di Amerika Serikat Tembus 2.300, Lampaui Rekor Sepanjang 2025

4 days ago
Internasional

Donald Trump Beri Syarat Arab Saudi untuk Kesepakatan Nuklir Sipil dengan AS

5 days ago
EkonomiInternasional

Impor Minyak Rusia Dieksekusi, Stok BBM Nasional Dijaga Tetap Aman

6 days ago
Internasional

Militer Iran Luncurkan Serangan Drone ke Pangkalan Sakhir Bahrain, Ketegangan Memanas

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index