Halo Inversi! Empat pelajar keren asal Kabupaten Sumedang siap unjuk gigi di panggung nasional! Mereka terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat dalam ajang bergengsi Festival Literasi Perpusnas 2025 yang bakal digelar di Jakarta.
Acara ini akan mempertemukan pelajar-pelajar terbaik dari seluruh Indonesia untuk berlomba dalam tiga kategori utama: Bertutur Nasional, Resensi Buku, dan Video Konten Literasi.
Empat wakil Sumedang ini bukan sembarang pelajar. Mereka adalah Fella Ziva Ghaissani dari SMP Ar-Rafi’ Bahasa Sumedang, finalis Lomba Resensi Nasional Tingkat SLTP; Sima Aila Ramadhani dari SMAN 1 Sumedang, finalis Lomba Resensi Nasional Tingkat SLTA; Egi Agustian, Juara 1 Konten Kreator Literasi Jawa Barat yang akan tampil di Lomba Video Konten Literasi Nasional; serta Ratu Razialiania Putri, Putri Anak Indonesia Jawa Barat 2025, yang akan berperan sebagai duta inspiratif literasi dalam ajang tersebut.
Empat nama ini menjadi bukti bahwa Sumedang nggak cuma dikenal karena tahu dan budayanya, tapi juga karena semangat literasi anak mudanya yang luar biasa.
Sebelum berangkat ke Jakarta, keempat pelajar ini mendapat kehormatan diterima langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, di Gedung Negara Sumedang, bersama Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Hari Tri Santosa. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh rasa bangga.
“Saya sangat bangga. Anak-anak ini bukan hanya membawa nama sekolah, tapi juga mengharumkan Sumedang dan Jawa Barat di kancah nasional. Ini bukti bahwa budaya baca dan literasi di Sumedang terus tumbuh,” ujar Bupati Dony dengan penuh apresiasi.
Beliau juga menyampaikan pesan penting yang menampar lembut telinga generasi muda zaman sekarang: jangan pernah berhenti membaca.
“Terus baca buku. Karena dari membaca, kamu bisa menemukan inspirasi, memperluas wawasan, dan menjadi pribadi yang bijak. Orang yang rajin membaca pasti punya cara pandang yang lebih luas terhadap dunia,” katanya penuh motivasi.
Bupati Dony menegaskan bahwa empat pelajar ini adalah simbol keberhasilan gerakan literasi di Sumedang yang selama ini digalakkan oleh pemerintah daerah bersama sekolah dan komunitas literasi.
“Mereka bukan hanya berprestasi, tapi juga menginspirasi. Ini bukti bahwa gerakan literasi di Sumedang berjalan efektif dan mampu menumbuhkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan berdaya saing,” tambahnya.
Festival Literasi Perpusnas sendiri dikenal sebagai ajang bergengsi tingkat nasional yang menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengekspresikan diri lewat dunia literasi baik lewat tulisan, resensi buku, maupun karya video kreatif yang menyuarakan nilai-nilai pengetahuan dan budaya membaca.
Dengan semangat literasi yang semakin mengakar, Sumedang kini layak disebut sebagai salah satu kiblat literasi Jawa Barat. Empat pelajar ini diharapkan bisa membawa pulang prestasi gemilang sekaligus menularkan semangat membaca dan menulis ke teman-teman sebaya di seluruh daerah.
Karena di era digital ini, literasi bukan sekadar membaca buku, tapi cara berpikir, berinovasi, dan berkontribusi untuk masa depan. Dan keempat pelajar Sumedang ini sudah membuktikan bahwa anak muda literat adalah anak muda yang hebat.