INVERSI.ID – Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, kembali menunjukkan konsistensinya di level internasional dengan melaju ke final Australian Open 2026. Pencapaian ini sekaligus membuat pasangan yang akrab disapa Ana/Trias tersebut sukses menembus partai puncak turnamen yang sama dalam dua edisi berturut-turut.
Tiket final berhasil diamankan setelah Ana/Trias menundukkan pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 15-21, 21-14, 21-10 pada laga semifinal yang berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu.
Kemenangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sempat kehilangan gim pertama, wakil Indonesia mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk memastikan tempat di final turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.
“Pasti senang bisa kembali ke final di sini, tapi masih belum selesai. Masih ada besok, jadi kami harus lebih semangat dan mengeluarkan seluruh tenaga,” ujar Trias dalam pernyataan pascalaga PBSI.
Pada awal pertandingan, Ana/Trias terlihat kesulitan menghadapi permainan lawan yang tampil agresif dan disiplin. Situasi itu membuat pasangan Indonesia gagal mengembangkan pola permainan terbaiknya pada gim pembuka.
Ana mengakui bahwa pasangan Taiwan telah melakukan evaluasi dari pertemuan sebelumnya sehingga tampil lebih siap dengan strategi yang diterapkan.
“Mereka belajar dari pertemuan pertama dan mereka sudah siap dengan polanya hari ini, di gim pertama kami terbawa ritme dan tempo mereka. Setelah itu kami bisa menemukan cara yang tepat untuk bangkit,” kata Ana.
Memasuki gim kedua, Ana/Trias mulai menemukan ritme permainan. Mereka tampil lebih tenang, mampu mengontrol jalannya pertandingan, dan memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.
Kepercayaan diri yang meningkat membuat pasangan Indonesia tampil dominan pada gim ketiga. Serangan-serangan yang lebih efektif serta pertahanan yang solid membuat lawan kesulitan mengimbangi permainan hingga akhirnya Ana/Trias menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.
Keberhasilan kembali mencapai final menjadi kesempatan emas bagi Ana/Trias untuk menuntaskan ambisi yang belum terwujud pada edisi sebelumnya.
Pada Australian Open 2025, pasangan Indonesia tersebut harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari rekan senegaranya, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, pada laga final.
Kini, Ana/Trias bertekad memanfaatkan peluang yang ada untuk meraih gelar juara perdana di ajang Australian Open sekaligus menambah koleksi prestasi Indonesia di sektor ganda putri.
“Siapapun lawannya pasti kami harus siap untuk besok tapi kami berharap Rachel/Febi bisa menang untuk mengulang final tahun lalu untuk Indonesia,” ungkap Trias.
Dengan performa yang terus meningkat sepanjang turnamen, peluang Ana/Trias untuk membawa pulang gelar juara Australian Open 2026 terbuka lebar. Dukungan penuh dari pecinta bulu tangkis Indonesia pun diharapkan menjadi tambahan motivasi bagi mereka saat tampil di partai final.