TORONTO – Portugal harus menunggu hingga menit-menit terakhir dalam laga penuh drama sebelum memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Gol Gonçalo Ramos di penghujung pertandingan, ditambah keputusan VAR yang kembali menganulir gol Kroasia pada detik terakhir, memastikan pasukan Roberto Martínez menang 2-1 atas Kroasia di Stadion Toronto, Kanada, Kamis (2/7).
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling dramatis sepanjang Piala Dunia 2026. Tidak hanya mempertemukan dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, laga tersebut juga mencatat sejarah sebagai pertandingan pertama di Piala Dunia dengan empat gol dianulir melalui VAR.
Sorotan memang tertuju pada Ronaldo dan Modric. Namun, pertandingan ini lebih banyak ditentukan oleh ketangguhan kolektif kedua tim serta keputusan-keputusan krusial dari teknologi VAR.
Sejak awal laga Portugal tampil dominan. Rafael Leão, Pedro Neto, hingga Bruno Fernandes terus mengancam pertahanan Kroasia, tetapi penampilan gemilang penjaga gawang Dominik Livakovic membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Meski terus ditekan, Kroasia tetap disiplin bertahan. Tim asuhan Zlatko Dalic menunggu momentum lewat serangan balik dan permainan bola-bola silang menuju lini depan.
Strategi itu membuahkan hasil sesaat setelah babak kedua dimulai. Menit ke-53, umpan silang Josip Stanisic gagal diantisipasi lini belakang Portugal dan diselesaikan dengan tenang oleh Ivan Perisic untuk membawa Kroasia unggul 1-0.
Momentum langsung berpihak kepada Kroasia. Igor Matanovic sempat membobol gawang Portugal, tetapi gol tersebut dianulir karena offside. Tak lama kemudian Petar Sucic juga memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan penting.
Portugal sebenarnya juga sempat mencetak gol melalui Ronaldo, namun kembali dianulir akibat offside.
Titik balik pertandingan datang ketika Livakovic melakukan kesalahan setelah menerima backpass. Situasi itu berujung sepak pojok, yang kemudian memicu pemeriksaan VAR. Wasit asal Norwegia, Espen Eskås, dipanggil ke monitor dan memutuskan Nikola Vlasic melakukan pelanggaran terhadap Rafael Leão di dalam kotak penalti.
Kesempatan itu dimanfaatkan sempurna oleh Ronaldo. Sang kapten dengan tenang mengecoh Livakovic dari titik putih untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Stadion yang dipenuhi pendukung Portugal pun bergemuruh saat Ronaldo merayakan gol dengan selebrasi khas “Siuuu”.
Meski berhasil menyamakan skor, Portugal masih berada di bawah tekanan. Kroasia justru tampil lebih agresif. Mateo Kovacic dua kali mengancam dari luar kotak penalti, sementara Matanovic kembali memaksa Costa bekerja keras.
Pelatih Roberto Martínez mengambil keputusan berani dengan menarik keluar Ronaldo dan memasukkan Rúben Neves, langkah yang membuat Portugal lebih stabil dalam menguasai permainan pada menit-menit akhir.
Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Rafael Leão akhirnya menjadi pembeda. Winger AC Milan itu mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Gonçalo Ramos, membawa Portugal berbalik unggul 2-1 dan memicu selebrasi besar.
Drama ternyata belum selesai. Pada detik terakhir pertandingan, Josko Gvardiol sempat mencetak gol penyeimbang bagi Kroasia. Namun setelah pemeriksaan VAR, gol tersebut kembali dianulir karena offside—menjadi gol keempat yang dibatalkan dalam laga ini.
Keputusan tersebut memicu kemarahan suporter Kroasia yang melemparkan botol plastik ke lapangan. Namun hasil tak berubah. Portugal akhirnya memastikan langkah ke babak 16 besar dengan cara yang sangat menegangkan, sementara perjalanan Luka Modric di Piala Dunia kemungkinan resmi berakhir dalam balutan drama yang pahit.