AMERIKA SERIKAT – Piala Dunia selalu menjadi panggung terbesar bagi para pesepak bola terbaik dunia. Namun, di antara ribuan pemain yang pernah tampil dalam sejarah turnamen ini, hanya segelintir nama yang mampu melakukan sesuatu yang istimewa, mencetak hattrick dalam satu pertandingan.
Prestasi tersebut bukan sekadar soal ketajaman mencetak gol. Hattrick di Piala Dunia menjadi simbol kemampuan di atas rata-rata, perpaduan antara teknik, insting, mental juara, dan kemampuan tampil maksimal saat tekanan berada di titik tertinggi.
Terbaru, Lionel Messi masuk ke dalam daftar elite tersebut setelah mencetak tiga gol saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka Grup J Piala Dunia 2026, Senin (15/6). Hattrick itu menjadi yang pertama bagi Messi di putaran final Piala Dunia dan semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Sebelum Messi, hanya beberapa legenda yang mampu mengukir prestasi serupa. Salah satunya adalah Geoff Hurst, yang hingga kini masih menjadi satu-satunya pemain yang mencetak hattrick di partai final Piala Dunia saat membawa Inggris mengalahkan Jerman Barat 4-2 pada 1966.
Nama besar lainnya adalah Pelé. Sang legenda Brasil mencetak hattrick pada usia yang masih sangat muda di Piala Dunia 1958 dan kemudian membantu negaranya meraih gelar juara dunia pertama.
Era modern juga melahirkan para pemain spesial yang mampu melakukan hal serupa. Cristiano Ronaldo mencetak hattrick spektakuler ke gawang Spanyol pada Piala Dunia 2018, sementara Harry Kane melakukannya saat menghadapi Panama di turnamen yang sama.
Tak ketinggalan, Kylian Mbappé pernah mencetak hattrick di final Piala Dunia 2022 melawan Argentina. Meski Prancis akhirnya kalah melalui adu penalti, penampilan Mbappé tetap dikenang sebagai salah satu pertunjukan individu terbaik dalam sejarah final Piala Dunia.
Meskipun terdapat 51 pemain yang pernah mencetak hattrick di ajang Piala Dunia, total hattrick yang tercatat dalam sejarah turnamen ini mencapai 55 kali.
Edisi Piala Dunia yang menghasilkan hattrick terbanyak hingga saat ini adalah Piala Dunia 1954 di Swiss, dengan total delapan hattrick. Salah satu yang paling unik terjadi dalam pertandingan legendaris Austria menang 7-5 atas Swiss, ketika dua pemain dari tim yang berlawanan sama-sama mencetak hattrick, yakni Theodor Wagner dari Austria dan Josef Hugi (Swiss).
Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya ada satu edisi yang tidak menghasilkan satu pun hattrick, yakni Piala Dunia 2006 di Jerman.
Adapun hattrick pertama dalam sejarah Piala Dunia dicetak oleh pemain asal Amerika Serikat, Bert Patenaude, pada Piala Dunia 1930 di Uruguay, yang merupakan edisi pertama turnamen tersebut.
Menurut data sejarah FIFA yang dihimpun berbagai sumber statistik sepak bola, jumlah pemain yang mampu mencetak hattrick di putaran final Piala Dunia masih sangat terbatas dibandingkan total pemain yang pernah berpartisipasi.
Kesulitan mencetak hattrick di Piala Dunia tidak hanya disebabkan kualitas lawan yang tinggi. Faktor tekanan mental, ketatnya pertahanan, serta besarnya ekspektasi publik membuat banyak penyerang hebat gagal mengulang performa terbaik mereka di turnamen empat tahunan itu.
Messi, Mbappé, Ronaldo, Pelé hingga Geoff Hurst memiliki latar belakang dan generasi berbeda. Namun mereka dipersatukan oleh satu kesamaan: kemampuan menghadirkan momen luar biasa ketika dunia sedang menyaksikan.
Di panggung sebesar Piala Dunia, hattrick bukan hanya statistik. Ia adalah bukti bahwa seorang pemain memiliki kualitas yang mampu melampaui pemain-pemain hebat lainnya. Dan hanya sedikit pesepak bola dalam sejarah yang mampu mencapai level tersebut.
Pencetak Hattrick di 10 Piala Dunia Terakhir (1986-2026)
Tahun Pemain Negara Lawan Babak Hasil Akhir
2026 Lionel Messi Argentina Aljazair Grup Menang 3-0
2022 Kylian Mbappe Prancis Argentina Final Seri 3-3 (kalah adu pinalti)
2022 Goncalo Ramos Portugal Swiss 16 Besar Menang 6-1
2018 Harry Kane Inggris Panama Grup Menang 6-1
2018 Cristiano Ronaldo Portugal Spanyol Grup Seri 3-3
2014 Xherdan Shaqiri Swiss Honduras Grup Menang 3-0
2014 Thomas Muller Jerman Portugal Grup Menang 4-0
2010 Gonzalo Higuain Argentina Korsel Grup Menang 4-1
2002 Pauleta Portugal Polandia Grup Menang 4-0
2002 Miroslav Klose Jerman Arab Saudi Grup Menang 8-0
1998 Gabriel Batistuta Argentina Jamaika Grup Menang 5-0
1994 Oleg Salenko Rusia Kamerun Grup Menang 6-1
1994 Gabriel Batistuta Argentina Yunani Grup Menang 4-0
1990 Tomas Skuhravy Ceko Kostarika 16 Besar Menang 4-1
1990 Michel Spanyol Korsel Grup Menang 3-1
1986 Emiliano Butrageuno Spanyol Denmark 16 Besar Menang 5-1
1986 Igor Belanov Uji Sovyet Belgia 16 Besar Kalah 3-4 (extra time)
1986 Gary Lineker Inggris Polandia Grup Menang 3-0
1986 Preben Elkjaer Denmark Uruguay Grup Menang 6-1