SEMARANG
Menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota Semarang memilih pendekatan kolaboratif untuk menjaga ketertiban kota selama masa libur panjang. Koordinasi lintas sektor diperkuat agar euforia akhir tahun tetap berjalan damai, tanpa menghilangkan identitas Semarang sebagai kota yang aman, nyaman, dan njawani.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, seluruh elemen pemerintahan bersama para pemangku kepentingan telah bergerak serempak mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat di berbagai titik strategis kota.
Menurut Agustina, pengamanan Nataru menjadi prioritas utama karena tingginya mobilitas warga serta meningkatnya potensi kerawanan pada momen akhir tahun. “Tugas kita memastikan Semarang tetap aman, nyaman, tertib dan hangat bagi siapa pun yang datang,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Kantor Pemkot, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/12/2025).
Ia menilai, ketertiban kota tidak bisa dijaga oleh satu institusi saja. Sinergi antarinstansi menjadi fondasi agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan rasa aman dan penuh kebersamaan. “Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan damai,” tegasnya.
Lebih jauh, Agustina menekankan bahwa pengamanan bukan sekadar soal ketertiban, tetapi juga menjaga ruh Semarang sebagai kota yang ramah dan berbudaya. “Semarang harus tetap menjadi kota yang aman, nyaman dan njawani. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa melewati akhir tahun ini dengan tertib dan memasuki 2026 dengan optimisme baru,” pungkasnya.
Dengan pendekatan gotong royong lintas sektor ini, Pemkot Semarang berharap perayaan Nataru tidak hanya aman, tetapi juga meninggalkan kesan kota yang bersahabat bagi warganya maupun para pendatang.