JAKARTA – Industri penerbangan nasional memasuki babak baru dengan hadirnya InJourney Airports sebagai entitas pengelola bandar udara di Indonesia yang lebih terintegrasi dan berdaya saing global.
Platform bisnis bandara yang ditawarkan di situs Airports – InJourney merefleksikan ambisi untuk menyediakan fasilitas kelas dunia yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di seluruh negeri, sekaligus menghubungkan Indonesia dengan pasar internasional melalui jaringan bandara yang efisien dan berkualitas.
InJourney Airports merupakan buah dari penggabungan dua perusahaan besar pengelola bandara di Indonesia, yakni PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II yang resmi dijadikan satu pada 9 September 2024.
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN di sektor aviasi dengan tujuan utama menciptakan ekosistem layanan yang lebih efektif dan terstandarisasi, serta mendukung pertumbuhan sektor ekonomi berikut infrastruktur kebandarudaraan nasional.
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa “Merger ini berjalan lancar sesuai dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan sektor aviasi dan kebandarudaraan Indonesia menjadi salah satu operator bandara terbesar di dunia.” Pernyataan ini menggambarkan optimisme institusi dalam menciptakan nilai tambah melalui integrasi operasional yang lebih terpadu.
Hingga 2025, InJourney Airports telah mengelola 37 bandara di seluruh Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur Nusantara. Bandara-bandara ini ditata dalam beberapa region operasional untuk memastikan kelancaran layanan serta konsistensi standar operasional di berbagai zona geografis.
Sebagai contoh, Region I mencakup Bandara Soekarno‑Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara Bandung, dan Kertajati Majalengka, sedangkan region lain mencakup bandara di Bali, Kalimantan, Sulawesi, maupun Papua.
Visi Layanan dan Transformasi
Visi InJourney Airports adalah menjadi operator bandara kelas dunia yang menghubungkan pelancong global dengan keramahan khas Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, perusahaan menempatkan customer experience sebagai fokus utama pelayanan, di mana setiap fasilitas dan prosedur operasi dirancang untuk memenuhi ekspektasi keselamatan, kenyamanan, dan keamanan para pengguna jasa.
Perubahan signifikan juga terlihat pada sejumlah proyek transformasi besar, salah satunya penataan ulang terminal serta peningkatan fasilitas di bandara utama seperti Soekarno‑Hatta dan I Gusti Ngurah Rai. Hal ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan trafik penumpang sekaligus meningkatkan citra bandara sebagai wajah kebanggaan bangsa dalam kancah internasional.
Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Mohammad R. Pahlevi, menambahkan bahwa, “InJourney Airports dibentuk dari penggabungan PT Angkasa Pura I dan II untuk menghilangkan kendala‑kendala di sektor kebandarudaraan yang selama ini sulit diatasi.” Ia menegaskan bahwa transformasi ini bertujuan menghadirkan layanan berkualitas tinggi yang konsisten di seluruh jaringan bandara yang dikelola.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Keberadaan InJourney Airports tidak hanya soal pengelolaan fasilitas transportasi udara semata, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan rute penerbangan domestik dan internasional yang semakin berkembang, bandara menjadi katalis perkembangan pariwisata serta logistik, mendorong konektivitas antarwilayah dan memperkuat peran Indonesia di panggung global.
Transformasi ini diharapkan akan membawa dampak pada peningkatan produktivitas, aksesibilitas wilayah, serta nilai tambah ekonomi bagi masyarakat luas. Dengan strategi yang terencana dan dukungan stakeholder, InJourney Airports memposisikan dirinya tidak hanya sebagai pengelola bandara ternama, tetapi juga sebagai motor utama pertumbuhan sektor aviasi Indonesia.
Baca Juga : https://inversi.id/transformasi-bandara-injourney-etalase-budaya-dan-wajah-baru-nasionalisme/