INVERSI.ID – Pengamat politik Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hensa menilai polemik terkait Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang mengemudikan mobil golf saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di kawasan Candi Prambanan tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar dokumentasi yang memperlihatkan Teddy mengemudikan mobil golf yang ditumpangi Prabowo dan Narendra Modi. Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon terlihat berjalan kaki selama kunjungan berlangsung.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu menilai situasi tersebut kemungkinan besar merupakan bagian dari pembagian tugas di lapangan, sehingga tidak seharusnya diartikan sebagai bentuk perlakuan istimewa.
“Lagi-lagi Teddy mendapat sorotan karena mengendarai mobil golf yang ditumpangi Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Sementara Fadli Zon terlihat berjalan kaki. Menurut saya, tidak ada yang salah dengan situasi itu, kalau dipikir-pikir, justru akan lebih aneh kalau yang mengemudikan mobil golf itu Fadli Zon,” kata Hensa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut Hensa, peran Fadli Zon dalam kunjungan tersebut berbeda dengan Teddy. Sebagai Menteri Kebudayaan, Fadli dinilai memiliki tanggung jawab memberikan penjelasan mengenai lokasi yang dikunjungi kepada Presiden maupun tamu negara, sehingga akan sulit jika harus mengemudikan kendaraan secara bersamaan.
“Maka dia akan kesulitan bicara, menjelaskan sekaligus nyetir dan memberikan arahan-arahan. Itu malah makin membingungkan,” ujarnya.
Ia juga menilai tugas Teddy sebagai Sekretaris Kabinet memang berkaitan dengan memastikan seluruh agenda dan mobilitas Presiden berjalan lancar. Karena itu, menurut Hensa, mengemudikan kendaraan di area yang menggunakan mobil golf merupakan bagian dari tugas yang masih masuk akal dilakukan.
“Teddy memang menjabat sebagai Seskab sehingga sangat mungkin salah satu tugasnya adalah memastikan mobilitas Presiden berjalan lancar, termasuk ketika harus mengemudikan kendaraan di area yang memang menggunakan mobil golf. Dari yang terlihat juga, Pak Prabowo tampak nyaman dengan itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hensa mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan bentuk privilese atau perlakuan khusus. Menurutnya, dalam sebuah kunjungan kenegaraan, pembagian tugas dilakukan berdasarkan fungsi masing-masing agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan efektif.
“Dalam sebuah kunjungan kenegaraan, pembagian tugas sering kali sangat praktis. Ada yang bertugas mendampingi dan menjelaskan, ada yang memastikan mobilitas Presiden berjalan dengan baik. Selama tugas masing-masing berjalan, saya kira tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan,” ucapnya.