By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Minuman Manis dan Junk Food: Gaya Hidup Nikmat Gen Z Tapi Rawan Diabetes
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Minuman Manis dan Junk Food: Gaya Hidup Nikmat Gen Z Tapi Rawan Diabetes

LifeStyle

Minuman Manis dan Junk Food: Gaya Hidup Nikmat Gen Z Tapi Rawan Diabetes

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di era digital yang serba cepat, tren kuliner terus berkembang. Minuman manis kekinian dan makanan cepat saji (junk food) kian digemari, terutama oleh generasi muda. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi berlebihan jenis makanan dan minuman ini menyimpan risiko kesehatan serius—termasuk diabetes tipe 2 dan gagal ginjal.

Contents
Kenali Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2Minuman Manis dan Junk Food Jadi Pemicu UtamaCara Mencegah Diabetes Sejak Dini

Dokter General Practitioner (GP) dari Altius Hospitals Harapan Indah Bekasi, dr. Nicholas Calvin, B.MedSci, mengingatkan bahaya laten dari kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, terutama di kalangan Gen Z.

“Kalau diabetes tipe 2 sering terjadi karena gaya hidup tidak baik, terutama suka makan manis dan makanan kemasan,” ujar dr. Nicholas, dikutip dari Popmama.com.

Kenali Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Menurut dr. Nicholas, penting untuk memahami perbedaan antara diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2, agar penanganannya bisa lebih tepat.

Diabetes Tipe 1: Bukan Karena Gaya Hidup

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.

“Individu yang mengalami diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin dengan baik, makanya perlu insulin setiap hari. Biasanya ini terdeteksi sejak anak-anak atau remaja,” jelas dr. Nicholas.

Tipe ini bersifat seumur hidup dan tidak berkaitan dengan pola makan atau gaya hidup.

Diabetes Tipe 2: Berkaitan dengan Gaya Hidup

Baca Juga :

7 Jenis Makanan dan Buah Cocok Dikonsumsi Penderita Pneumonia
Jadwal Tayang Drama Korea Goodbye Earth, Full Episode 1-12

Sebaliknya, diabetes tipe 2 lebih sering menyerang orang dewasa dan erat kaitannya dengan kebiasaan hidup yang kurang sehat. Pada kondisi ini, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi efektivitasnya menurun karena resistensi insulin.

“Biasanya karena pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan,” tambahnya.

Gejala diabetes tipe 2 sering berkembang perlahan dan sering tidak disadari di awal.

Minuman Manis dan Junk Food Jadi Pemicu Utama

Konsumsi minuman manis, soda, minuman kaleng, serta junk food dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan. Alasannya, jenis makanan dan minuman ini mengandung gula sederhana dan lemak jenuh tinggi, tetapi rendah serat serta nutrisi penting.

“Minuman kaleng perlu diperhatikan kandungan gulanya. Aktivitas fisik dan stres berlebih juga berpengaruh ke risiko diabetes dan gagal ginjal,” ujar dr. Nicholas.

Lonjakan kadar gula darah yang terus menerus memaksa pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar. Jika kondisi ini berlanjut, tubuh akan mengalami resistensi insulin, sehingga kadar gula tetap tinggi di dalam darah—memicu diabetes tipe 2.

Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti:

  • Mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan
  • Memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengelola stres dengan baik

Jika sudah terdiagnosis, penanganan diabetes tipe 2 bisa dilakukan dengan pola makan sehat, obat oral, hingga terapi insulin jika diperlukan.***

You Might Also Like

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang
Senja di AWT 2026 Sajikan Wisata Alam, Budaya, hingga Fashion Show Anak Muda
Denpasar Fashion Street 2026 Angkat Kain Perca Jadi Fashion Elegan dan Bernilai Tinggi
BBTF 2026 Jadi Ajang Promosi Destinasi Wisata Indonesia ke Dunia
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Saat Idul Adha, Pendaki Ilegal Diincar
TAGGED:Diabetesgen zJunk Food
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tips Public Speaking dari Cupu Jadi Suhu
Next Article Deretan Film Disney Paling Dinanti dari CinemaCon 2025, dari Freakier Friday hingga Avatar 3
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tiga Juta Penumpang Diperkirakan Padati Bandara Saat Libur Idul Adha 2026

1 week ago
Travel

Libur Idul Adha 2026, Ancol Dipadati Lebih dari 32 Ribu Wisatawan

1 week ago
Travel

Pemkot Bandung Percepat Penataan Bandung Zoo, Lelang Ulang Ditarget Rampung Akhir Mei

1 week ago
Travel

Kemenpar Siapkan 136 Mooring Buoy demi Jaga Status UNESCO Raja Ampat

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index