By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Minuman Manis dan Junk Food: Gaya Hidup Nikmat Gen Z Tapi Rawan Diabetes
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Minuman Manis dan Junk Food: Gaya Hidup Nikmat Gen Z Tapi Rawan Diabetes

LifeStyle

Minuman Manis dan Junk Food: Gaya Hidup Nikmat Gen Z Tapi Rawan Diabetes

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Di era digital yang serba cepat, tren kuliner terus berkembang. Minuman manis kekinian dan makanan cepat saji (junk food) kian digemari, terutama oleh generasi muda. Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi berlebihan jenis makanan dan minuman ini menyimpan risiko kesehatan serius—termasuk diabetes tipe 2 dan gagal ginjal.

Contents
Kenali Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2Minuman Manis dan Junk Food Jadi Pemicu UtamaCara Mencegah Diabetes Sejak Dini

Dokter General Practitioner (GP) dari Altius Hospitals Harapan Indah Bekasi, dr. Nicholas Calvin, B.MedSci, mengingatkan bahaya laten dari kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh, terutama di kalangan Gen Z.

“Kalau diabetes tipe 2 sering terjadi karena gaya hidup tidak baik, terutama suka makan manis dan makanan kemasan,” ujar dr. Nicholas, dikutip dari Popmama.com.

Kenali Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Menurut dr. Nicholas, penting untuk memahami perbedaan antara diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2, agar penanganannya bisa lebih tepat.

Diabetes Tipe 1: Bukan Karena Gaya Hidup

Diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel beta di pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.

“Individu yang mengalami diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin dengan baik, makanya perlu insulin setiap hari. Biasanya ini terdeteksi sejak anak-anak atau remaja,” jelas dr. Nicholas.

Tipe ini bersifat seumur hidup dan tidak berkaitan dengan pola makan atau gaya hidup.

Diabetes Tipe 2: Berkaitan dengan Gaya Hidup

Baca Juga :

Tolak Permendag 8 Tahun 2024, IKATSI: Langkah Mundur Bagi Industri Tekstil Nasional
Sambut Lebaran 2026, Hotel Siapkan Strategi Khusus Gaet Liburan Keluarga

Sebaliknya, diabetes tipe 2 lebih sering menyerang orang dewasa dan erat kaitannya dengan kebiasaan hidup yang kurang sehat. Pada kondisi ini, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi efektivitasnya menurun karena resistensi insulin.

“Biasanya karena pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, dan kelebihan berat badan,” tambahnya.

Gejala diabetes tipe 2 sering berkembang perlahan dan sering tidak disadari di awal.

Minuman Manis dan Junk Food Jadi Pemicu Utama

Konsumsi minuman manis, soda, minuman kaleng, serta junk food dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan. Alasannya, jenis makanan dan minuman ini mengandung gula sederhana dan lemak jenuh tinggi, tetapi rendah serat serta nutrisi penting.

“Minuman kaleng perlu diperhatikan kandungan gulanya. Aktivitas fisik dan stres berlebih juga berpengaruh ke risiko diabetes dan gagal ginjal,” ujar dr. Nicholas.

Lonjakan kadar gula darah yang terus menerus memaksa pankreas memproduksi insulin dalam jumlah besar. Jika kondisi ini berlanjut, tubuh akan mengalami resistensi insulin, sehingga kadar gula tetap tinggi di dalam darah—memicu diabetes tipe 2.

Cara Mencegah Diabetes Sejak Dini

Kabar baiknya, diabetes tipe 2 bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup sehat, seperti:

  • Mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan
  • Memperbanyak asupan serat dari buah dan sayuran
  • Rutin berolahraga
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengelola stres dengan baik

Jika sudah terdiagnosis, penanganan diabetes tipe 2 bisa dilakukan dengan pola makan sehat, obat oral, hingga terapi insulin jika diperlukan.***

You Might Also Like

Wisata Indonesia Makin Bergairah, Kunjungan Turis Asing dan Wisnus Kompak Meningkat
Komdigi: Akun Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam Judi Online di Media Sosial
WhatsApp Bakal Hadirkan Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Bagikan Nomor Telepon
Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
TAGGED:Diabetesgen zJunk Food
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tips Public Speaking dari Cupu Jadi Suhu
Next Article Deretan Film Disney Paling Dinanti dari CinemaCon 2025, dari Freakier Friday hingga Avatar 3
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

3 weeks ago
Travel

Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027

4 weeks ago
Travel

Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta

4 weeks ago
LifeStyleTerkini

Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index