Menjelang berlangsungnya SEA Games 2025, sektor tunggal putri menjadi salah satu cabang yang diprediksi menghadirkan pertarungan sangat ketat. Kejuaraan bulu tangkis pada edisi tahun ini akan digelar di Thailand mulai tanggal tujuh hingga empat belas Desember 2025. Seluruh negara peserta disebut telah menurunkan pemain terbaik mereka, sehingga peta persaingan dipastikan berlangsung sengit sejak babak awal.
Dua nama dari Indonesia, yaitu Gregoria Mariska Tunjung dan Putri Kusuma Wardani, muncul sebagai sorotan utama. Keduanya tidak hanya menjadi pembicaraan di lingkungan bulu tangkis Tanah Air, tetapi juga menjadi perhatian para pemain unggulan Thailand. Performa keduanya selama dua musim terakhir membuat Indonesia dipandang sebagai salah satu ancaman terbesar bagi tuan rumah.
Thailand Tampil dengan Kekuatan Penuh, Intanon Jadi Magnet Utama
Thailand sebagai tuan rumah kembali diperkuat oleh bintang unggulan mereka, Ratchanok Intanon. Keputusan sang pemain turun di nomor perorangan menjadi kejutan sekaligus penanda bahwa Thailand tidak ingin kehilangan momentum sebagai penyelenggara SEA Games 2025. Intanon dikenal sebagai salah satu tunggal putri tersukses dalam sejarah Thailand, dengan catatan gelar Juara Dunia, posisi puncak ranking dunia, serta delapan gelar World Tour.
Biasanya Intanon hanya berlaga di sektor beregu ketika tampil di multi event. Namun pada 2025 ia memutuskan tampil di sektor perorangan, sebuah langkah yang membuka peluangnya kembali bersaing di level tertinggi setelah sekian lama. Meski memiliki reputasi besar, perjalanan Intanon pada multi event belum sepenuhnya mulus. Ia belum pernah meraih medali di Asian Games maupun Olimpiade. Raihan terbaiknya di SEA Games adalah medali perak pada 2009 serta medali perunggu ketika turnamen dilangsungkan di Indonesia pada 2011.
Kini di usianya yang menginjak tiga puluh tahun, Intanon disebut tengah berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil baik secara mental maupun fisik. Keputusannya untuk kembali tampil di sektor perorangan dianggap sebagai bagian dari upaya untuk menguji konsistensinya di kompetisi internasional menjelang masa akhir karier.
Indonesia Masuk Daftar Pesaing Terkuat
Indonesia dan Malaysia mengikuti langkah Thailand dengan menurunkan skuad tunggal putri terbaik. Keputusan ini tidak terlepas dari jadwal SEA Games 2025 yang tidak berbenturan dengan BWF World Tour Finals 2025. Kondisi tersebut memungkinkan para pemain elite tampil maksimal tanpa kekhawatiran bentrokan agenda.
Berdasarkan peringkat dunia terbaru, urutan tiga besar tunggal putri ASEAN menempatkan Thailand dan Indonesia sebagai negara paling dominan. Posisi tersebut terdiri atas Pornpawee Chochuwong di peringkat enam dunia, Putri KW di peringkat tujuh dunia, serta Intanon di peringkat delapan dunia. Putri KW bahkan memiliki catatan kemenangan atas kedua pemain Thailand tersebut. Ia pernah menumbangkan Intanon pada Malaysia Masters 2024, meskipun Intanon membalas kekalahan itu pada Malaysia Open 2025. Catatan menarik lain adalah keberhasilan Putri menghentikan rekor delapan kekalahan beruntun dari Chochuwong ketika Indonesia berlaga di Sudirman Cup 2025.
Indonesia juga membawa Gregoria Mariska Tunjung yang masuk ke daftar peserta pada tahap akhir pendaftaran. Peringkat sepuluh dunia yang kini disandang Gregoria membuatnya diprediksi sebagai unggulan keempat pada SEA Games 2025.
Intanon Waspadai Ancaman dari Gregoria dan Putri KW
Intanon datang ke hari pertandingan dengan modal positif. Ia menjuarai Kumamoto Masters 2025 serta melaju hingga semifinal Australian Open 2025. Pengalaman itu membuat kepercayaan dirinya meningkat. Namun ia mengakui bahwa seluruh pesaing di Asia Tenggara mengalami peningkatan performa.
“Lawan lawan terus meningkat dari hari ke hari,” ujar Intanon setelah mengalahkan Gregoria pada final Kumamoto Masters 2025. Ia menambahkan bahwa dirinya berusaha menjaga fokus dan hanya ingin melakukan yang terbaik pada setiap pertandingan. “Saya hanya berusaha fokus dengan apa yang saya inginkan dan hanya melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Dengan kekuatan penuh Thailand, konsistensi Malaysia, serta kebangkitan Indonesia, sektor tunggal putri SEA Games 2025 diyakini menjadi salah satu yang paling menarik untuk diikuti. Indonesia melalui Putri KW dan Gregoria diprediksi menjadi batu sandungan terbesar bagi ambisi tuan rumah mempertahankan dominasi. Pertarungan para pemain unggulan akan segera menjadi pusat perhatian publik ketika turnamen resmi dibuka pada awal Desember mendatang.