TEXAS – Timnas Mesir mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia lewat adu penalti 4-2 usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit pada laga babak 32 besar di Stadion Dallas, Arlington, Jumat (3/7/2026). Kemenangan dramatis ini membuka peluang duel impian antara Mohamed Salah dan Lionel Messi di babak 16 besar, sekaligus mengakhiri perjalanan wakil Asia setelah Australia gagal menciptakan sejarah lolos dari fase gugur.
Keberhasilan ini juga menjadi pencapaian bersejarah bagi The Pharaohs. Untuk pertama kalinya, Mesir berhasil melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia sejak mengikuti turnamen tersebut.
Laga di Texas berlangsung ketat sejak awal. Mesir unggul lebih dahulu pada menit ke-13 melalui sundulan Emam Ashour, memanfaatkan umpan silang Karim Hafez. Gol tersebut menjadi gol kedua Ashour di turnamen ini sekaligus membuat Australia dipaksa bermain lebih menyerang.
Australia sempat mengancam lewat Cristian Volpato yang mengguncang mistar gawang pada awal pertandingan. Namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama Socceroos sepanjang laga.
Tim asuhan Tony Popovic akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-55 setelah bek Mesir Mohamed Hany melakukan gol bunuh diri saat berusaha menghalau bola hasil tendangan bebas Australia. Ironisnya, itu menjadi gol bunuh diri kedua Hany sepanjang turnamen.
Kapten Mesir Mohamed Salah, yang baru pulih dari cedera hamstring, memang belum tampil dalam performa terbaiknya. Penyerang berusia 34 tahun itu relatif minim pengaruh selama waktu normal, meski tetap berkontribusi dalam proses serangan Mesir.
Pada masa tambahan waktu, kedua tim sama-sama memiliki peluang, tetapi gagal memanfaatkannya. Tendangan Salah bahkan melambung tinggi saat kesempatan emas datang di babak tambahan.
Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Pelatih Australia membuat keputusan berani dengan memasukkan kiper senior Mathew Ryan khusus menghadapi adu penalti. Namun perjudian itu tidak berjalan sesuai harapan.
Eksekutor pertama Australia, Harry Souttar, langsung gagal setelah tendangannya melambung. Salah kemudian menjalankan tugasnya dengan tenang, sebelum bek muda Australia berusia 18 tahun Lucas Herrington menghantam mistar gawang.
Bek Mesir Hossam Abdelmaguid akhirnya memastikan kemenangan lewat eksekusi penalti terakhir. Salah langsung menangis haru merayakan keberhasilan negaranya mencetak sejarah.
Kemenangan ini sekaligus mengubur mimpi Australia menjadi negara Asia pertama yang lolos dari babak 32 besar edisi 2026. Dengan tersingkirnya Socceroos, seluruh wakil Asia dipastikan telah angkat koper dari turnamen.
Mesir kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Duel panas antara Salah dan Messi di babak 16 besar akan menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di Piala Dunia 2026.