By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: NASA Peringatkan Badai Matahari, Ini Dampaknya pada Bumi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » NASA Peringatkan Badai Matahari, Ini Dampaknya pada Bumi

Terkini

NASA Peringatkan Badai Matahari, Ini Dampaknya pada Bumi

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

Ada peningkatkan aktivitas Matahari dalam sepekan terakhir dengan munculnya lonjakan bintik dan terjadinya beberapa lontaran massa korona (CME) setiap harinya.

Atas hal tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA memperingatkan terjadinya badai Matahari yang kemungkinan akan berdampak di Bumi.

Ketika CME menghantam Bumi, hal ini dapat menimbulkan badai geomagnetik, yaitu gangguan medan magnet Bumi dan atmosfer oleh plasma Matahari.

Ilmuwan Huw Moergan yang juga menjabat sebagai ketua kolompok Fisika Surya di Universitas Aberytwyth di Inggris mengatakan bahwa ketika bada plasma besar meletus dari matahari, dan badai tersebut membawa medan magnet yang arahnya berlawanan dengan medan magnet bumi. “Hal ini akan mengalami ‘badai sempurna’, dan badai geomagnetik yang lebih besar,” katanya seperti dikutip dari Newsweek.

Baca juga: Fakta-Fakta Komet Sebesar Tiga Kali Gunung Everest Dikabarkan Meledak dan Menuju ke Bumi

Sementara dari satu laporan lainnya, mengatakan salah satu CME ini merupakan pelepasan besar-besaran awan plasma dari korona Matahari dengan kecepatan tinggi dan diperkirakan akan menghantam medan magnet dan atmosfer bumi pada tanggal 25 November.

“Sulut api matahari dan CME disebabkan oleh matahari melalui medan magnetnya yang terpelintir dan tertekan melalui gerakan matahari,” ujar Daniel Brown, seorang profesor astronomi dan komunikasi sains di Universitas Nottingham Trent di Inggris dilansir dari Wion.

Dia menambahkan, jilatan api matahari adalah pelepasan cahaya dalam jumlah besar yang dipicu oleh perubahan dan penataan ulang medan magnet matahari. Hal ini biasanya akan berjalan seiring dengan dirilisnya CME. Namun dibutuhkan waktu satu hari atau lebih hingga partikel tersebut tiba, sementara cahaya dan radiasi mencapai kita hanya dalam waktu 8 menit.

Dampak Badai Matahari terhadap Bumi

Baca Juga :

Penerapan Car Free Night, Ini Daftar Jalur Alternatif di Puncak Bogor pada Malam Tahun Baru 2024
Sosok HK, Pencuri 18 Jam Tangan Mewah di PIK

Partikel CME yang menghantam medan magnet dan atmosfer bumi memicu badai geomagnetik yang menyebabkan aurora –akibat gangguan magnetosfer bumi yang disebabkan oleh angin matahari dapat semakin kuat dan juga terlihat di ketinggian yang lebih rendah. “Badai geomagnetik terjadi ketika medan magnet bumi sangat terganggu akibat letusan matahari,” kata Huw Morgan, ketua kelompok Fisika Matahari di Universitas Aberystwyth di Inggris kepada Newsweek.

Baca juga: Pemerintah Luncurkan Satelit Satria 1, Demi Ratakan Jaringan Internet Nasional

Ketika badai plasma besar meletus dari matahari, dan badai tersebut membawa medan magnet yang arahnya berlawanan dengan medan magnet bumi, kita mengalami ‘badai sempurna’, dan badai geomagnetik yang lebih besar.” Namun selain mewarnai langit dengan cahaya yang indah, badai geomagnetik juga dapat berdampak pada infrastruktur seperti fluktuasi dan pemadaman jaringan listrik serta pemadaman radio.

You Might Also Like

Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah
Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Anies-Amin Kampanye Hari Pertama di Jakarta, Ganjar-Mahfud di Aceh dan Papua, Prabowo-Gibran?
Next Article Empat Prajurit TNI yang Gugur di Nduga Papua Dapat Santunan Masing-masing 500 Juta
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

6 days ago
EkonomiTerkini

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

6 days ago
Terkini

Arus Kendaraan di Tol MBZ Tembus 48 Ribu Saat Long Weekend Idul Adha

7 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index