By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Presiden AS, Donald Trump saat memegang trofi Piala Dunia di ruang Oval Gedung Putih, Washington, AS, tahun lalu bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Intervensi Trump terhadap keputusan kartu merah penyerang AS, , Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 dinilai malah merugikan tuan rumah. (Foto, dok/www.fifa.com)
SHARE

JAKARTA – Kontroversi besar mewarnai Piala Dunia 2026 setelah FIFA menunda hukuman larangan bermain satu pertandingan terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, jelang laga babak 16 besar melawan Belgia. Keputusan tersebut memicu tudingan bahwa badan sepak bola dunia itu tunduk pada pengaruh politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam analisis yang ditulis Pablo Iglesias Maurer, di The Guardian, Senin (6/7/2026), keputusan FIFA dinilai mencederai integritas turnamen. Maurer bahkan membandingkan peristiwa ini dengan kisah legendaris Garrincha di Piala Dunia 1962, ketika campur tangan politik disebut-sebut membantu bintang Brasil itu lolos dari hukuman tambahan sehingga bisa tampil di partai final.

Kontroversi bermula setelah Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0. Penyerang yang kini membela AS Monaco itu dianggap menginjak pergelangan kaki lawan dalam perebutan bola. Keputusan wasit melalui tinjauan VAR memicu perdebatan luas karena banyak pihak menilai kartu merah tersebut terlalu berat.

Pelatih Amerika Serikat Mauricio Pochettino dan Balogun sempat menerima hukuman tersebut, meski menyampaikan kekecewaan. Namun situasi berubah drastis ketika Donald Trump dikabarkan melakukan serangkaian komunikasi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, sementara US Soccer Federation juga melobi agar hukuman Balogun ditunda.

Tak lama kemudian, FIFA memutuskan hukuman satu laga Balogun ditangguhkan hingga turnamen berakhir. Meski FIFA menyatakan keputusan tersebut sesuai ketentuan dalam regulasi disiplin organisasi, banyak pihak mempertanyakan waktu dan konteks keputusan yang dinilai belum pernah terjadi selama Piala Dunia berlangsung.

Maurer menilai publik sulit mempercayai bahwa komunikasi Trump sama sekali tidak memengaruhi keputusan tersebut. Ia menyoroti hubungan dekat antara Trump dan Infantino yang selama ini kerap terlihat dalam berbagai kesempatan.

Menurut Maurer, langkah Trump justru merugikan sepak bola Amerika sendiri. Padahal, Amerika Serikat tampil mengesankan sepanjang fase grup dan lolos ke babak gugur berkat performa yang dinilai layak. Kehadiran kembali Balogun justru membuat kemenangan apa pun atas Belgia berpotensi dipandang sebagai hasil yang diuntungkan oleh keputusan administratif FIFA.

Reaksi keras juga datang dari pelatih Belgia Rudi Garcia, yang menyindir keputusan itu dengan mengatakan, “Saya tidak tahu April Mop jatuh pada bulan Juli.” Federasi Sepak Bola Belgia bahkan disebut sedang mempelajari opsi hukum atas keputusan tersebut.

Pelatih Norwegia Ståle Solbakken, usai membawa timnya menyingkirkan Brasil, juga mengecam langkah FIFA. “Saya pikir itu kesalahan besar FIFA. Keputusan yang sangat buruk. Saya kasihan kepada Amerika Serikat, karena sekalipun mereka menang, pertandingan itu akan selalu dibayangi persoalan ini. Tidak baik untuk olahraga,” ujarnya.

Baca Juga :

Ini Tampang AP, Pria yang Ancam dan Peras Ria Ricis
Profil Andovi da Lopez, Pemeran Anies Baswedan di Epic Rap Battle of Presidency

Maurer menilai campur tangan Trump juga berpotensi merusak citra positif Piala Dunia 2026 yang sebelumnya mendapat apresiasi setelah mampu mengatasi berbagai kekhawatiran mengenai harga tiket, visa, hingga persoalan logistik.

Di akhir tulisannya, Maurer menyebut Trump kembali menunjukkan apa yang disebutnya sebagai sikap paling khas Amerika: menggunakan pengaruh politik untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Menurutnya, keputusan tersebut bukan hanya memunculkan polemik baru, tetapi juga meninggalkan pertanyaan besar mengenai independensi FIFA dalam menjaga keadilan dan kredibilitas kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

You Might Also Like

Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri
Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth
Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran
Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru
Nama Bahlil Disoraki Kader PKB, Komen Cak Imin : “Gawat, Banyak Penggemarnya!”
TAGGED:Donald TrumpFIFAGianni Infantinopiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Next Article Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

Febrie Adriansyah Tiba di Rutan KPK Usai Ditetapkan Tersangka, Datang Tanpa Rompi Tahanan

Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Harus Bongkar Aktor Intelektual dan Aliran Dana

Tak Lagi Sekadar Bank KPR, BTN Genjot Strategi Beyond Mortgage

Survei LSI: Kepuasan Publik terhadap Dedi Mulyadi Tembus 95,4 Persen, Ini Faktor Pendorongnya

Momen Prabowo Guyon soal “Pemimpin Kancil” Warnai Puncak Harlah ke-28 PKB

Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional

Tabung CNG Akan Dibuat PT Pindad? Ternyata Sudah Lama Produksi Tabung Gas Nasional

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalKesehatan

Kasus Campak di Amerika Serikat Tembus 2.300, Lampaui Rekor Sepanjang 2025

3 days ago
Internasional

Donald Trump Beri Syarat Arab Saudi untuk Kesepakatan Nuklir Sipil dengan AS

3 days ago
HukumTerkini

MK Putuskan Izin Tambang ke Ormas Tak Bisa Tunjuk Langsung, Bahlil Siapkan Aturan Baru

4 days ago
Terkini

Pendaftaran Magang Nasional 2026 Tahap 1 Masih Dibuka, Simak Syarat dan Jadwalnya

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index