By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
3 weeks ago
Share
4 Min Read
Pembahasan kerja sama antara Indonesia dan Singapura di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/7/2026). Rencana ekspor listrik ke Singapura masih belum mencapai kesepakatan. (Foto/Dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Pemerintah memastikan rencana ekspor listrik bersih ke Singapura belum mencapai kesepakatan final. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan negosiasi harga masih berlangsung karena Indonesia tidak ingin menjual energi strategis dengan nilai yang merugikan kepentingan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil sebagai respons atas berbagai kekhawatiran publik mengenai rencana ekspor listrik dari Indonesia ke Singapura. Indonesia menandatangani 26 kesepakatan kerja sama strategis dengan Singapura. Salah satu kesepakatan krusial yang diteken adalah rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura. Namun, kerja sama tersebut masih menyisakan satu persoalan krusial, yakni penentuan harga listrik yang harus memberikan keuntungan seimbang bagi Indonesia dan Singapura.

“Harganya sampai sekarang masih dalam tahap negosiasi. Belum ada keputusan final karena harus saling menguntungkan (win-win). Pemerintah mengambil posisi tegas agar kerja sama energi lintas negara itu benar-benar memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua belah pihak,” tegas Bahlil.

Ia menekankan, pemerintah tidak akan terburu-buru menyetujui kerja sama hanya demi mempercepat ekspor. Seluruh aspek, mulai dari nilai ekonomi hingga manfaat jangka panjang bagi Indonesia, menjadi pertimbangan utama dalam proses pembahasan bersama pemerintah Singapura.

Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat di tengah meningkatnya kebutuhan energi bersih di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, pemerintah ingin memastikan sumber daya energi nasional memberikan nilai tambah maksimal bagi negara, bukan sekadar menjadi komoditas ekspor dengan harga murah.

Di sisi lain, Bahlil juga meluruskan kekhawatiran masyarakat yang menilai ekspor listrik berpotensi mengurangi pasokan listrik nasional. Ia memastikan proyek tersebut tidak akan mengambil pasokan dari sistem kelistrikan yang saat ini melayani rumah tangga maupun industri di dalam negeri.

Menurutnya, listrik yang akan diekspor berasal dari pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang dibangun secara khusus atau dedicated source di wilayah Kepulauan Riau. Infrastruktur tersebut memang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor sehingga tidak mengganggu keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Listrik untuk ekspor berasal dari pembangkit baru yang memang dibangun khusus. Jadi tidak mengambil listrik yang saat ini dipakai masyarakat,” jelas Bahlil.

Langkah itu dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan industri energi hijau, peningkatan investasi, dan perlindungan terhadap kebutuhan listrik domestik.

Baca Juga :

Kronologi Kebakaran Ruko di Tangerang, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor
Tips Menjawab Pertanyaan Kapan Nikah saat Silaturahmi Lebaran Idul Fitri 2024

Selain membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan, proyek ekspor listrik juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat energi hijau di kawasan. Namun demikian, pemerintah tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama sebelum memberikan persetujuan akhir.

Bahlil menegaskan bahwa setiap kerja sama internasional di sektor energi harus memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, baik dari sisi penerimaan negara, investasi, penciptaan lapangan kerja, maupun pengembangan industri nasional.

Dengan sikap tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa ekspor listrik ke Singapura bukan sekadar transaksi perdagangan energi, melainkan kerja sama strategis yang memperkuat kedaulatan energi Indonesia di tingkat regional. Selama proses negosiasi belum menghasilkan kesepakatan yang benar-benar adil dan menguntungkan, pemerintah memastikan belum akan memberikan lampu hijau terhadap ekspor listrik tersebut.

You Might Also Like

DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia
Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi
Jelang 60 Tahun Hubungan Bilateral, Indonesia dan Singapura Perbarui Kerja Sama Pendidikan
Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri
TAGGED:Bahlil LahadaliaEkspor listrikSingapura
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS
Next Article Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian

BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia

Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

Febrie Adriansyah Sebut Penetapan Tersangka TPPU Bentuk Kriminalisasi

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth

1 day ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran

3 days ago
Internasional

Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru

3 days ago
PolitikTerkini

Nama Bahlil Disoraki Kader PKB, Komen Cak Imin : “Gawat, Banyak Penggemarnya!”

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index