INVERSI.ID – Suasana penuh haru dan semangat mengiringi pelepasan calon jemaah haji 2025 di Pendopo Si Panji, Kabupaten Banyumas. Di antara ratusan jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci, terdapat sosok inspiratif bernama Faris, seorang pemuda berusia 20 tahun yang menjadi salah satu jemaah termuda dalam rombongan tahun ini.
Faris mengaku sangat bersyukur dan antusias bisa menjalankan ibadah haji di usia muda, sebuah pengalaman yang ia sebut sebagai kesempatan langka dan penuh makna.
“Deg-degan, tentu. Tapi lebih banyak rasa syukur karena masih muda dan fisik masih kuat. Ini kesempatan luar biasa yang nggak semua orang dapatkan,” ujar Faris saat ditemui usai pelepasan, Jumat (25/4/2025).
Berangkat Haji Sebagai Amanah dari Sang Ibu
Kisah keberangkatan Faris tidak lepas dari takdir yang penuh emosi. Ia berangkat ke Tanah Suci sebagai pengganti almarhum ibunya yang lebih dulu terdaftar sebagai calon jemaah haji.
“Sebenarnya saya berangkat sebagai pelimpahan. Ibu saya yang seharusnya berangkat, tapi beliau sudah meninggal. Ada rasa sedih, tapi juga bahagia karena bisa mewakili beliau,” jelasnya.
Meski waktu persiapan terbilang singkat, Faris berusaha menjalani seluruh proses dengan maksimal, mulai dari administrasi hingga pelunasan biaya haji.
Fokus Persiapan Fisik dan Spiritual
Untuk mendukung kelancaran ibadah, Faris melakukan berbagai persiapan fisik dan mental. Ia rutin berolahraga ringan, memperdalam pemahaman tentang tata cara ibadah haji melalui manasik, serta memperbanyak doa.
“Yang saya persiapkan terutama fisik dan doa-doa. Manasik haji juga saya ikuti dengan sungguh-sungguh biar nggak bingung saat di sana,” katanya.
Pesan untuk Anak Muda: Jangan Tunggu Tua untuk Berhaji
Melalui pengalaman berharganya, Faris menyampaikan pesan bagi generasi muda agar tidak menunda kesempatan untuk berhaji.
“Kalau punya kesempatan dan kemampuan, jangan tunda sampai tua. Kita nggak pernah tahu umur sampai kapan. Lebih baik manfaatkan masa muda untuk ibadah,” tutupnya.***