Medan, Inversi – Wakil Gubernur Sumatra Utara (Wagub Sumut) Surya membuka Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025. Dia menyampaikan bahwa perekonomian daerah terus menunjukkan kekuatan dan tren positif.
Wagub Surya menerangkan, pada kuartal atau Q-III tahun 2025, ekonomi Sumut tumbuh mencapai 4,55%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp315,56 triliun,” tutur Surya di Hotel Santika, Medan, dikutip Rabu (10/12/2025).
Surya menjelaskan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicatat sektor real estate sebesar 10,69%. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa meningkat 9,05%.
Di sisi bersamaan, sektor industri pengolahan masih menjadi sumber utama dengan kontribusi 18,64% terhadap PDRB dan pertumbuhan 4,11%. Hal ini menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci masa depan ekonomi Sumut.
Selain itu, kata Surya, pihaknya mencatat surplus perdagangan US$5,17 miliar pada Januari–September 2025.
“Nilai ekspor mencapai US$9,29 miliar, sementara impor berada pada US$4,12 miliar. Tiga negara tujuan ekspor terbesar kita adalah Tiongkok, Amerika Serikat dan India dengan kontribusi 36,32% perdagangan Sumut,” ujar Surya.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ini turut berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Ia mengeklaim tingkat pengangguran terbuka menurun dari 5,60% menjadi 5,32% pada Agustus 2025.
“Produktivitas tenaga kerja juga meningkat menjadi 81,90%, naik 2,13% dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Lalu, capaian Sumut hingga Q-III tahun 2025 dari sisi investasi tumbuh 10,51% atau mencapai Rp42,378 triliun, dengan penanaman modal asing (PMA) meningkat 36,46%.
Menurut dia, sektor terbesar yang menarik investasi adalah industri kimia dan farmasi Rp2,55 triliun, disusul industri makanan Rp2,08 triliun, serta listrik, gas dan air Rp1,30 triliun.
“Singapura menjadi investor terbesar dengan 63,44%, diikuti Inggris dan Malaysia,” tutur Surya.
Surya menegaskan bahwa Sumut memiliki banyak potensi unggulan yang bisa menjadi kekuatan utama dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Maka itu, pemerintah daerah harus mampu beradaptasi dengan langkah strategis, inovatif, dan kolaboratif.
“Kita semua menyadari bahwa Sumut memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis. Kita memiliki sektor pertanian dan perkebunan yang kuat, industri pengolahan yang terus tumbuh, serta potensi pariwisata kelas dunia yang menjadi kebanggaan nasional. Tidak hanya itu, posisi strategis Sumatera Utara sebagai hub perdagangan dan logistik di wilayah barat Indonesia memberikan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Surya.