By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Terdakwa Aksi Agustus Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Terdakwa Aksi Agustus Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng

Terkini

Terdakwa Aksi Agustus Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng

yenny hardiyanti
By
yenny hardiyanti
6 months ago
Share
3 Min Read
Terdakwa pelaku pelemparan bom molotiv ke Gedung Grahadu saat aksi Agustus 2025 lalu, Alfarisi. (Foto : Dok Kontras)
Terdakwa pelaku pelemparan bom molotiv ke Gedung Grahadu saat aksi Agustus 2025 lalu, Alfarisi. (Foto : Dok Kontras)
SHARE

SURABAYA, INVERSI – Alfarisi, terdakwa persidangan atas tuduhan melempar bom molotov ke Gedung Negara Grahadi di Surabaya, meninggal di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng Sidoarjo, Selasa (30/12/2025). Meninggalnya Alfarisi, membuat seluruh rangkaian perkara otomatis gugur.

Mengutip laporan pada Rabu (31/12/2025), kabar duka tersebut pertama kali diterima Koordinator Badan Pekerja KontraS Surabaya, Fatkhul Khoir dari pihak keluarga.

Jenazah Alfarisi kemudian dipulangkan, dan disemayamkan di tanah kelahirannya, Sampang, Madura.

Alfarisi dituduh melempar bom molotov ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya saat aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu. Tuduhan itu membuatnya diproses hukum hingga ditetapkan sebagai terdakwa dan ditahan di Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng.

Ia meninggal dunia hanya beberapa hari, sebelum agenda penting persidangan. Pada 5 Januari 2026 mendatang, Alfarisi seharusnya menghadapi sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum, Ahmad Muzakki di Pengadilan Negeri Surabaya.

Fatkhul Khoir menyebutkan, berdasarkan keterangan rekan satu sel, sebelum meninggal dunia, Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang.

“Kematian Alfarisi saat berada dalam penguasaan penuh negara kembali menegaskan buruknya kondisi penahanan di Indonesia, serta kegagalan negara dalam melindungi hak atas hidup dan memastikan perlakuan yang manusiawi bagi setiap tahanan,” ujar Fatkhul.

KontraS menilai setiap kematian yang terjadi di dalam tahanan negara merupakan indikator serius adanya kegagalan sistem. Oleh karena itu, negara dinilai wajib melakukan penyelidikan yang cepat, independen, dan transparan untuk mengungkap penyebab kematian Alfarisi.

KontraS Surabaya dan Federasi KontraS mendesak, pemerintah untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, memastikan adanya pertanggungjawaban hukum atas dugaan kelalaian aparat, serta melakukan evaluasi terhadap kondisi penahanan di Rutan Medaeng dan rutan lainnya.

Baca Juga :

Menteri Fadli Zon Spill Rahasia Kekuatan Film Indonesia yang Bikin Merinding
Alumni Kangen Guru! Jadikan Keberhasilan Dalam Menanamkan Karakter

“Kematian Alfarisi tidak boleh dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola berulang kematian di dalam tahanan yang mencerminkan krisis serius dalam sistem pemasyarakatan dan penegakan hukum di Indonesia,” tegas Fatkhul.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya Medaeng, Tristiantoro Adi Wibowo mengungkap penyebab meninggalnya Alfarisi, terdakwa dugaan pelemparan bom molotov ke Gedung Negara Grahadi.

Karutan mengatakan, Alfarisi ada riwayat penyakit kejang sejak kecil. Hal itu diketahui waktu pihak Karutan melakukan serah terima jenazah kepada keluarga Alfarisi.

“Kakaknya cerita waktu serah terima jenazah bahwa almarhum ini ada riwayat kejang sejak kecil. Teman satu selnya juga bilang bahwa waktu di tahanan Polrestabes, almarhum juga pernah kejang-kejang,” ujar Karutan.

Dijelaskan Karutan, terdakwa meninggal dunia, Selasa (30/12/2025) sekitar jam 6 pagi, diagnosa dari medis karena gagal pernafasan.

“Jadi meninggal secara mendadak,” ujarnya.

Waktu kejadian lanjut Karutan, teman satu kamarnya berupaya untuk membantu dengan membawa ke klinik namun belum sampai ke klinik nyawa almarhum tidak tertolong.

Untuk keseharian di rutan kata Karutan, almarhum tidak ada masalah. Dan tidak ada keluhan apapun meski dikabarkan almarhum mengalami penurunan berat badan.

“Teman satu kamarnya yang ditanyain tidak ada masalah waktunya makan ya makan. Tidak ada keluhan apapun dan tidak mengkonsumsi obat-obatan apapun,” ungkap Karutan.

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
TAGGED:AlfarisiMeninggalRutan MedaengSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution didampingi Pj Sekretaris Daerah Sumut Sulaiman Harahap, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap saat RUPSLB PT Bank Sumut (Perseroda) secara daring di Medan. (Foto : tangkapan layar) Tok! RUPSLB Setujui Perubahan Nama menjadi PT Bank Sumut (Perseroda)
Next Article Ketua Pansus Raperda Pengendalian dan Penanganan Banjir DPRD Surabaya, Sukadar. (Foto : JQ) Pengembang Perumahan di Surabaya Wajib Bangun Resapan Air
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

6 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

7 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index