By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif

FilmHiburan

Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
ilustrasi nonton film.(foto: Antaranews)
SHARE

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengungkapkan lima tantangan utama dalam ekosistem industri perfilman nasional, khususnya pada aspek distribusi yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.

Contents
Tantangan Regulasi dan Akses DistribusiMasalah Data dan Kepercayaan Investor

Dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR yang digelar secara daring, Selasa, Agustini menyoroti beban yang masih ditanggung rumah produksi akibat keterbatasan distributor profesional di Indonesia.

“Tantangan utamanya adalah saat ini ada beban ganda yang ditanggung oleh production house dengan keterbatasan distributor. Jadi, saat ini PH kita memikul beban ganda mereka harus fokus produksi, sekaligus jualan,” kata Ayu.

Kondisi ini, menurutnya, terjadi karena belum optimalnya peran distributor sebagai agen penjualan. Akibatnya, rumah produksi tidak hanya fokus pada penciptaan karya, tetapi juga harus terlibat langsung dalam pemasaran. Padahal, keberadaan distributor yang kuat dapat mendorong lahirnya film nasional yang lebih beragam dan berkualitas dari sisi genre.

Tantangan Regulasi dan Akses Distribusi


Ayu menyebutkan tantangan kedua datang dari kesenjangan regulasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang saat ini masih bersifat umum. Ia menilai perlu adanya penajaman kode, khususnya untuk distribusi film internasional, agar pencatatan Pendapatan Domestik Bruto dapat dilakukan secara lebih akurat.

“Kemudian, insentif fiskal seperti tax holiday tepat sasar. Dan dukungan ekspor konten kita di pasar global ini dapat terdata secara legal,” kata Ayu.

Selain regulasi, tantangan ketiga berkaitan dengan belum meratanya akses layar di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kehilangan ekonomi, mengingat masih banyak masyarakat di wilayah nonperkotaan yang memiliki minat dan daya beli terhadap film nasional.

Masalah Data dan Kepercayaan Investor


Tantangan berikutnya adalah belum tersedianya sistem data box office nasional yang terintegrasi dan real time. Ayu menilai keberadaan data ini sangat penting untuk perumusan kebijakan berbasis data sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri film Indonesia.

“Ketiadaan data yang valid membuat sektor perbankan dan investor jadi ragu karena sulit mengukur risiko secara historical-nya. Di sini kita perlu mengubah persepsi film dari bisnis spekulasi, menjadi industri yang terukur dan bankable. Dengan bantuan data pasti ini juga otomatis bisa meyakinkan investor,” jelas Ayu.

Baca Juga :

PAN Ngaku Siap Lahir Batin soal Pembagian Kursi dalam Kabinet Prabowo-Gibran
Menkeu Purbaya Ancam Pecat Pegawai Bea Cukai yang Nongkrong di Starbucks: Teguran Keras untuk Reformasi Birokrasi

Meski menghadapi berbagai tantangan, Ayu menegaskan industri film Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan perfilman nasional tercatat sebesar 4,14 persen pada periode 2024–2025. Bahkan, dua film Indonesia berhasil menembus angka 10 juta penonton pada 2025, yakni “Jumbo” dan “Agak Laen Menyala Pantiku”.

Capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas konten lokal. Menurut Ayu, momentum ini perlu diimbangi dengan pemerataan akses distribusi agar potensi ekonomi industri film nasional dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.

You Might Also Like

Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung
Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival
Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026
Badut Gendong Perluas Semesta Qodrat, Hadirkan Teror Baru yang Lebih Gelap
Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026
TAGGED:Ekonomi KreatifFilm Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gula Terselubung, Ancaman Diam-Diam bagi Kesehatan Anak
Next Article “Kenapa Aku Tidak Seberharga Aisha?” Curhat Pilu Ressa Rizky, Minta Pengakuan Denada
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

‘Nobody Loves Kay’ Bukan Sekadar Film E-sports, Ini Cerita Tentang Ambisi dan Mental Anak Muda

1 week ago
Musik

Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Venue Baru dan Konsep Lebih Fresh

1 week ago
Film

Desta Mahendra Tulis Lagu “Ndokasin” untuk Film Warkop DKI: Viralin Dong!

2 weeks ago
Film

Desta sampai Sariawan Demi Peran Dono di Film Warkop DKI: Viralin Dong!

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index