By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Gula Terselubung, Ancaman Diam-Diam bagi Kesehatan Anak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Gula Terselubung, Ancaman Diam-Diam bagi Kesehatan Anak

Kesehatan

Gula Terselubung, Ancaman Diam-Diam bagi Kesehatan Anak

Jack
By
Jack
5 months ago
Share
3 Min Read
ilustrasi orang di supermarket.(foto: antaranews)
SHARE

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau orang tua agar lebih waspada terhadap kandungan gula yang kerap tersembunyi dalam berbagai produk makanan anak. Pasalnya, gula sering disamarkan dalam bentuk turunan lain sehingga sulit dikenali dari sekilas label kemasan.

Contents
Gula Terselubung dalam Produk AnakRisiko Ultraprocessed Food bagi AnakPilih Makanan untuk Cegah Penyakit Gaya Hidup

Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K) menyebutkan bahwa label pangan seharusnya menjadi alat perlindungan utama bagi orang tua dalam memilih makanan yang aman dan sehat untuk anak.

“Label adalah alat untuk proteksi atau melindungi anak-anak kita dari asupan makanan yang tidak sehat atau bikin mereka menjadi sakit secara perlahan-lahan. Kemudian dari sisi komposisi bahan di label itu, biasanya ada banyak tertulis di situ yang harus kita waspadai adalah kandungan gula terutama,” kata Piprim dalam webinar yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Gula Terselubung dalam Produk Anak

Piprim menjelaskan, gula dalam produk pangan anak tidak selalu tertulis secara sederhana. Banyak produk menggunakan istilah turunan gula dengan nama yang berbeda-beda, sehingga semakin menyulitkan orang tua dalam mengenalinya.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat orang tua perlu mencermati label secara lebih teliti, terutama pada produk yang diklaim sehat atau kerap diiklankan untuk anak-anak. Tidak jarang, makanan yang terlihat aman ternyata mengandung gula dalam jumlah tinggi.

Ia menegaskan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam mengendalikan asupan makanan anak, karena paparan iklan dapat memengaruhi persepsi bahwa suatu produk sehat, padahal kandungannya belum tentu sesuai.

Risiko Ultraprocessed Food bagi Anak

Lebih lanjut, Piprim mengingatkan bahwa gula yang disamarkan sebagai produk turunan dapat membuat makanan masuk dalam kategori ultraprocessed food (UPF). Jenis makanan ini telah terbukti berisiko terhadap kesehatan.

“Di piramida yang terbaru dari Amerika Serikat, kita sudah melihat bagaimana ultraprocessed food ini menjadi jenis makanan yang perlu diwaspadai dan diberikan dengan hati-hati kepada anak-anak kita karena,” katanya.

Selain kandungan gula, ia juga meminta orang tua untuk mewaspadai klaim pangan seperti tanpa gula tambahan, total gula dalam produk, garam, serta produk yang diklaim sebagai suplemen, karena tidak selalu berarti aman untuk dikonsumsi secara rutin.

Baca Juga :

Pemerintah Sesuaikan Anggaran MBG 2026! Fokus pada Efisiensi
BGN Transformasi Komunikasi Publik Untuk Gerakan Sosial MBG

Pilih Makanan untuk Cegah Penyakit Gaya Hidup

Piprim menambahkan bahwa berbagai masalah kesehatan pada anak dan remaja, seperti obesitas, sindrom metabolik, hipertensi, dislipidemia, hingga kadar gula darah tinggi, dapat berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat sejak dini.

“Memilih atau mencermati label makanan anak-anak kita adalah salah satu upaya kita semua, termasuk orang tua untuk melindungi anak-anak dari kemungkinan tertular, terdampak penyakit akibat gaya hidup atau lifestyle diseases yang sebetulnya bisa dicegah salah satunya dengan mencermati apa yang dikonsumsi oleh anak-anak kita. Tentu saja real food adalah yang terbaik supaya anak-anak kita tumbuh dengan sehat,” tutupnya.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:Gizi SeimbangKesehatan Anak
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Jangan Nekat Terobos Banjir, Ini Risiko Tersembunyi Mobil Listrik
Next Article Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index