By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif

FilmHiburan

Film Indonesia Melaju, Pemerataan Distribusi Jadi Kunci Ekonomi Kreatif

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
3 Min Read
ilustrasi nonton film.(foto: Antaranews)
SHARE

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengungkapkan lima tantangan utama dalam ekosistem industri perfilman nasional, khususnya pada aspek distribusi yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.

Contents
Tantangan Regulasi dan Akses DistribusiMasalah Data dan Kepercayaan Investor

Dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional bersama Komisi VII DPR yang digelar secara daring, Selasa, Agustini menyoroti beban yang masih ditanggung rumah produksi akibat keterbatasan distributor profesional di Indonesia.

“Tantangan utamanya adalah saat ini ada beban ganda yang ditanggung oleh production house dengan keterbatasan distributor. Jadi, saat ini PH kita memikul beban ganda mereka harus fokus produksi, sekaligus jualan,” kata Ayu.

Kondisi ini, menurutnya, terjadi karena belum optimalnya peran distributor sebagai agen penjualan. Akibatnya, rumah produksi tidak hanya fokus pada penciptaan karya, tetapi juga harus terlibat langsung dalam pemasaran. Padahal, keberadaan distributor yang kuat dapat mendorong lahirnya film nasional yang lebih beragam dan berkualitas dari sisi genre.

Tantangan Regulasi dan Akses Distribusi


Ayu menyebutkan tantangan kedua datang dari kesenjangan regulasi Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang saat ini masih bersifat umum. Ia menilai perlu adanya penajaman kode, khususnya untuk distribusi film internasional, agar pencatatan Pendapatan Domestik Bruto dapat dilakukan secara lebih akurat.

“Kemudian, insentif fiskal seperti tax holiday tepat sasar. Dan dukungan ekspor konten kita di pasar global ini dapat terdata secara legal,” kata Ayu.

Selain regulasi, tantangan ketiga berkaitan dengan belum meratanya akses layar di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kehilangan ekonomi, mengingat masih banyak masyarakat di wilayah nonperkotaan yang memiliki minat dan daya beli terhadap film nasional.

Masalah Data dan Kepercayaan Investor


Tantangan berikutnya adalah belum tersedianya sistem data box office nasional yang terintegrasi dan real time. Ayu menilai keberadaan data ini sangat penting untuk perumusan kebijakan berbasis data sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri film Indonesia.

“Ketiadaan data yang valid membuat sektor perbankan dan investor jadi ragu karena sulit mengukur risiko secara historical-nya. Di sini kita perlu mengubah persepsi film dari bisnis spekulasi, menjadi industri yang terukur dan bankable. Dengan bantuan data pasti ini juga otomatis bisa meyakinkan investor,” jelas Ayu.

Baca Juga :

Cara Merawat Wajah Agar Terhindar dari Jerawat dan Komedo
28 Tahun Mandek Akhirnya Mega Proyek Blok Masela Mulai Dibangun 2027

Meski menghadapi berbagai tantangan, Ayu menegaskan industri film Indonesia tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan perfilman nasional tercatat sebesar 4,14 persen pada periode 2024–2025. Bahkan, dua film Indonesia berhasil menembus angka 10 juta penonton pada 2025, yakni “Jumbo” dan “Agak Laen Menyala Pantiku”.

Capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan publik terhadap kualitas konten lokal. Menurut Ayu, momentum ini perlu diimbangi dengan pemerataan akses distribusi agar potensi ekonomi industri film nasional dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.

You Might Also Like

Transformasi Hugh Jackman Jadi Robin Hood Brutal Curi Perhatian, Fans Sampai Tak Mengenalinya
Jakarta Siapkan Pesta Akbar Menuju Usia 500 Tahun, Deretan Musisi Top Siap Tampil
Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan
Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso
TAGGED:Ekonomi KreatifFilm Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Gula Terselubung, Ancaman Diam-Diam bagi Kesehatan Anak
Next Article “Kenapa Aku Tidak Seberharga Aisha?” Curhat Pilu Ressa Rizky, Minta Pengakuan Denada
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026

4 weeks ago
Musik

Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik

4 weeks ago
Film

Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara

4 weeks ago
Film

Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index