By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Stella Christie Ingatkan Bahaya AI Jika Manusia Kehilangan Kemampuan Berpikir Kritis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Stella Christie Ingatkan Bahaya AI Jika Manusia Kehilangan Kemampuan Berpikir Kritis

Pendidikan

Stella Christie Ingatkan Bahaya AI Jika Manusia Kehilangan Kemampuan Berpikir Kritis

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (kanan). (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia harus dibangun dengan landasan etika yang kuat.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Stella menyoroti pentingnya menjaga kemampuan berpikir abstrak manusia di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi keunggulan utama manusia yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin.

Ia menjelaskan bahwa sistem AI bekerja dengan mengandalkan data dalam jumlah besar. Sementara itu, manusia memiliki kemampuan memahami konsep dan menarik kesimpulan mendalam meski hanya berdasarkan pengalaman atau data yang terbatas.

“Kemampuan kita untuk membuat abstraksi dan memahami konsep dari sedikit data adalah sesuatu yang tidak boleh hilang. Ini harus dijaga dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, karena ini adalah keunggulan kita dibandingkan AI,” katanya.

Stella menilai sistem pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga kemampuan tersebut. Karena itu, pendidikan tidak seharusnya hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga harus memperkuat kemampuan berpikir kritis dan konseptual.

Menurutnya, perkembangan AI sendiri lahir dari proses pemikiran kritis dan riset mendalam, bukan sekadar kebutuhan praktis semata. Ia mencontohkan berbagai teknologi besar yang awalnya muncul dari penelitian fundamental sebelum akhirnya digunakan secara luas oleh masyarakat.

Melalui pandangan tersebut, Stella juga mendorong generasi muda Indonesia untuk semakin tertarik pada dunia sains dan penelitian sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar berpikir dan berkontribusi pada pengetahuan baru demi kemanusiaan. Ini adalah tugas utama pendidikan tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, Stella mengakui penggunaan AI hingga saat ini masih memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Teknologi tersebut dinilai memiliki dampak positif sekaligus risiko yang perlu diantisipasi.

Baca Juga :

Akui Kurang Maksimal dalam Debat Pertama Pilpres AS 2024, Kondisi Kesehatan Joe Biden Jadi Sorotan
Fakta-fakta Fahad Haydra, Pemeran Egi Jadi Dalang Pembunuhan Vina: Sebelum 7 Hari

Ia menilai AI dapat menjadi ancaman dalam aspek keamanan siber serta berpotensi menghasilkan informasi yang tidak akurat. Namun di saat bersamaan, AI juga mampu dimanfaatkan sebagai alat verifikasi informasi hingga memperluas akses pendidikan secara lebih merata.

Karena itu, Stella Christie menegaskan pengembangan AI di Indonesia harus diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan nasional, termasuk membantu menyelesaikan persoalan kompleks berbasis data dan mempercepat ketertinggalan di berbagai sektor.

You Might Also Like

Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 34 Resmi Lulus, Ini Pesan Penting Panglima TNI
KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum
TAGGED:aiWamendiksaintek
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Debut di Lapangan Tanah Liat Merah, Aldila/Janice Optimistis di Madrid Open
Next Article Stok Beras RI Tembus 5,1 Juta Ton, Mentan Amran Sebut Cetak Sejarah Baru
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Universitas Indonesia Gandeng Kampus Top China untuk Tingkatkan Riset dan Pertukaran Mahasiswa

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir

1 week ago
Pendidikan

Peluang Magang di Eropa Terbuka untuk Mahasiswa FISIP Undip

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Hadirkan Pentas Pelajar 2026, Ribuan Siswa Tunjukkan Bakat Terbaik

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index