INVERSI.ID – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) terus mendorong lulusannya agar memiliki daya saing global, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional.
Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, mengatakan bahwa perguruan tinggi perlu membangun ekosistem pendidikan yang berstandar global agar mahasiswa siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Salah satu yang ingin kita dorong adalah membangun tradisi-tradisi berlevel dunia supaya tidak hanya mempersiapkan mahasiswa kita bekerja di tingkat lokal tapi bekerja di tingkat internasional,” kata Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono di Semarang, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ambassadorial Lecture bertema “EU-Indonesia Relations in a Changing Global Order: Sustainability, Digital Transformation, and Strategic Partnerships” yang digelar di kampus FISIP Undip.
Menurut Teguh, peluang kerja internasional bagi lulusan semakin terbuka, mulai dari organisasi regional seperti ASEAN, kedutaan besar, hingga berbagai lembaga global lainnya yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi.
Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai bahasa asing, tetapi juga memiliki pemahaman lintas budaya agar mampu berinteraksi dalam lingkungan global yang semakin beragam.
“Yang kedua, (mahasiswa) memiliki kesadaran bahwa kita hidup di lingkungan yang plural dan mendunia sehingga dibutuhkan kapasitas,” katanya.
Melihat pentingnya hal tersebut, FISIP Undip menghadirkan Mr Igor Pronobis selaku First Secretary Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam untuk berdialog langsung dengan mahasiswa.
Teguh menilai Uni Eropa memiliki peran besar dalam ekonomi global sehingga membuka peluang kerja sama yang luas, termasuk program magang dan kolaborasi akademik bagi mahasiswa.
“Uni Eropa kan sangat besar pengaruhnya dan ekonominya kuat. Mereka salah satu ‘the biggest economy’ dunia. Sehingga, mahasiswa diberi kesempatan tidak hanya berkomunikasi, berkolaborasi, tetapi bisa magang di sana,” katanya.
Selain program magang, FISIP Undip juga tengah menjajaki pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan studi Uni Eropa guna memperluas wawasan mahasiswa.
Sementara itu, Mr Igor Pronobis menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara Uni Eropa dan Indonesia telah berjalan dengan baik dan terus dikembangkan di berbagai sektor.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan pameran pendidikan tinggi Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini, yang dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia, termasuk Undip, untuk melanjutkan studi di Eropa.
Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam percaturan global, baik dari sisi jumlah penduduk, potensi sumber daya manusia, hingga kekayaan sumber daya alam.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 285 juta jiwa, Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam perekonomian dan stabilitas kawasan, terlebih sebagai negara demokrasi terbesar di dunia.
Karena itu, Uni Eropa memandang Indonesia sebagai mitra strategis yang setara dan memiliki potensi kerja sama jangka panjang.
Dalam sesi diskusi, para mahasiswa FISIP Undip terlihat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar peluang pendidikan, kerja sama internasional, hingga hubungan Indonesia-Uni Eropa.