Inversi Kehidupan sering kali menghadirkan perubahan yang tidak terduga. Bagi Muhamad Muhsin (25), perubahan itu hadir melalui kesempatan sederhana yang perlahan mengubah arah hidupnya.
Dari yang sebelumnya menjalani hari-hari tanpa kepastian, kini ia bersiap memasuki fase baru dalam hidupnya: membangun rumah tangga. Wajah Muhsin tampak sumringah saat menceritakan rencana pernikahannya yang tinggal menghitung hari.
Kebahagiaan tersebut bukan hanya karena momen sakral yang akan ia jalani, tetapi juga karena perjuangan panjang yang akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, sangat terbantu setelah ada program ini. Saya bisa menabung untuk menikah,” ujarnya dengan nada penuh syukur.
Sebelum bergabung sebagai relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Muhsin bekerja sebagai pekerja lepas. Ia kerap mengambil berbagai pekerjaan serabutan, termasuk menjadi pengemudi ojek, demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun, penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan tersebut tidak menentu. Dalam satu hari, ia tidak selalu mendapatkan pemasukan. Kondisi ini membuatnya sulit untuk merencanakan masa depan, apalagi menyisihkan uang untuk ditabung.
“Dulu penghasilan tidak pasti. Kadang ada, kadang tidak. Paling hanya cukup untuk kebutuhan diri sendiri,” kenangnya.
Ketidakpastian tersebut membuat Muhsin hidup dari hari ke hari tanpa perencanaan jangka panjang. Setiap penghasilan yang ia terima habis untuk memenuhi kebutuhan dasar. Menabung menjadi sesuatu yang terasa jauh dari jangkauan.
Perubahan mulai terjadi ketika Muhsin memutuskan untuk bergabung sebagai relawan di SPPG pada Desember tahun lalu. Keputusan tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya. Dalam kurun waktu lima bulan, ia mulai merasakan stabilitas yang sebelumnya tidak pernah ia alami.
Meskipun penghasilan yang diterima tidak tergolong besar, Muhsin merasakan adanya kepastian yang memberikan rasa aman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kepastian inilah yang menjadi fondasi bagi perubahan yang lebih besar dalam hidupnya.
“Kalau dibilang besar, memang tidak. Tetapi cukup dan penuh berkah. Saya merasa lebih tenang,” katanya.
Dari penghasilan yang ia terima, Muhsin mulai membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian kecil uangnya. Ia melakukannya secara konsisten, tanpa terburu-buru, tetapi dengan tekad yang kuat. Kebiasaan sederhana ini perlahan membuahkan hasil.
Tanpa disadari, tabungan yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit akhirnya cukup untuk membiayai persiapan pernikahannya. Bagi Muhsin, pencapaian ini bukan sekadar tentang jumlah uang yang berhasil dikumpulkan, tetapi tentang perubahan cara pandang terhadap kehidupan.
Ia kini memiliki tujuan yang jelas serta keyakinan bahwa kerja keras dan kedisiplinan dapat membawa perubahan nyata.
Lebih dari itu, perubahan yang dialami Muhsin juga berdampak pada hubungan keluarganya. Ia kini dapat membantu sang ayah, yang menjadi satu-satunya orang tua dalam hidupnya. Hal yang sebelumnya sulit ia bayangkan, kini menjadi kenyataan.
“Sekarang saya bisa berbagi dengan bapak. Dulu tidak pernah terpikirkan,” ujarnya.
Lingkungan kerja di SPPG juga memberikan kontribusi besar terhadap perubahan yang dialami Muhsin. Di tempat tersebut, ia tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, dan arti kebersamaan.
Aktivitas di dapur SPPG, yang berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, memberikan makna tersendiri bagi Muhsin. Ia merasa bahwa pekerjaannya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang.
Hal ini menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab dalam dirinya. Ia menyadari bahwa setiap tugas yang ia jalankan memiliki dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi individu seperti Muhsin untuk memperbaiki kualitas hidup. Program ini menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, pengalaman Muhsin mencerminkan bagaimana sebuah program sosial dapat memberikan dampak multidimensi. Tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga mendorong perubahan sosial dan ekonomi pada tingkat individu.
Kini, menjelang hari pernikahannya, Muhsin berdiri dengan rasa percaya diri yang lebih kuat. Ia tidak lagi melihat masa depan sebagai sesuatu yang penuh ketidakpastian, melainkan sebagai perjalanan yang dapat direncanakan dan diupayakan.
Dalam hitungan hari, ia akan memulai babak baru dalam kehidupannya sebagai seorang suami. Bekal yang ia miliki bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengalaman, kedisiplinan, serta nilai-nilai kehidupan yang ia pelajari selama perjalanannya.
Bagi Muhsin, semua yang ia capai saat ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan kesempatan yang datang pada waktu yang tepat.
“Semua ini adalah berkah,” ucapnya singkat.
Kisah Muhsin menjadi gambaran nyata bahwa perubahan selalu mungkin terjadi, selama ada kemauan untuk berusaha dan memanfaatkan peluang yang ada. Dari dapur sederhana di SPPG, ia menemukan jalan untuk menata masa depan, sekaligus membangun harapan baru yang kini semakin nyata di depan mata.