INVERSI.ID – Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan berlangsung hingga 7 Januari 2026. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan dampak limpasan air laut ke wilayah daratan, khususnya di kawasan pesisir utara Jakarta.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan berbagai infrastruktur pengendali telah disiagakan, mulai dari pompa air hingga pintu air di sejumlah titik rawan.
“Upaya tersebut meliputi pembangunan tanggul darurat, penyiagaan pompa air ‘stationer’ maupun ‘mobile’ serta pengoperasian pintu air di sejumlah titik pesisir utara Jakarta,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum di Jakarta, Sabtu.
Pompa dan Pasukan Biru Disiagakan
Selain infrastruktur teknis, Dinas SDA juga menyiagakan Satuan Tugas SDA atau Pasukan Biru untuk memastikan respons cepat di lapangan. Seluruh sumber daya dikerahkan agar potensi genangan akibat rob dapat ditangani secara optimal.
“Dinas SDA menyiagakan pompa ‘stationer’, pompa ‘mobile’, pintu air serta Pasukan Biru yang siap bergerak cepat di lapangan,” ujar Ika.
Adapun rumah pompa dan pintu air yang disiagakan meliputi Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa atau Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, serta Pompa Tanjungan.
Tanggul Darurat di Sejumlah Titik Pesisir
Sebagai langkah jangka pendek, Dinas SDA juga membangun tanggul darurat sambil menunggu penyelesaian tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Pembangunan tanggul darurat dilakukan di sejumlah titik rawan rob.
Lokasi tersebut meliputi Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan RE Martadinata, Marunda Pulo, serta area depan Jakarta International Stadium (JIS).
“Kami berharap langkah-langkah ini efektif menahan limpasan air laut, sehingga aktivitas masyarakat di wilayah pesisir tetap dapat berjalan dengan aman,” katanya.
Imbauan Waspada dan Wilayah Berpotensi Terdampak
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan akibat banjir rob. Masyarakat juga diminta memantau informasi terkini melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI, atau menghubungi nomor darurat 112 apabila terjadi kondisi mendesak.
Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni Tanjungan terutama di sekitar Rumah Pompa Tanjungan dan area tambak; Muara Angke yang mencakup kawasan permukiman pelabuhan RT 11/RW 11, RT 01/RW 22, RT 02/RW 22, serta area Pluit Raya dan Pluit Utara; Muara Baru di kawasan pelabuhan dan industri; Marunda di sekitar Museum Si Pitung dan RW 07; Pasar Ikan atau Sunda Kelapa di kawasan pelabuhan; Tanjung Priok dan Kalibaru khususnya di sekitar Jalan Sulawesi dan Jalan Industri; serta Ancol di sekitar Perempatan Gunung Sahari Marina dan kawasan depan JIS.