JAKARTA — Di tengah tekanan pasar saham global dan gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Danantara Indonesia justru melihat peluang besar di pasar modal nasional. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menegaskan saham-saham BUMN masih menjadi instrumen investasi jangka panjang yang sangat menjanjikan dengan yield dividen tembus hingga 11 persen.
Pernyataan itu menjadi sinyal optimisme kuat di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak akibat tekanan ekonomi global dan arus keluar modal asing.
“Kalau kita lihat investasi di Bursa, buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di Bursa, kalau kita lihat secara satu persatu contohnya Himbara ataupun minerals kita, itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen,” ujar Rosan kepada awak media di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa.
Rosan menilai saham-saham BUMN saat ini justru memiliki daya tarik kuat karena fundamental perusahaan yang tetap solid serta valuasi yang dinilai masih menarik untuk investasi jangka menengah dan panjang.
Menurutnya, sektor perbankan Himbara dan perusahaan mineral nasional menjadi contoh emiten dengan potensi imbal hasil tinggi yang mampu memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.
“Nah oleh sebab itu kalau kita lihat lagi memang benar, baik secara fundamental maupun pricing dari saham-saham, terutama saham BUMN kita yang ada di bursa, itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik, above 10–11 persen. Which is menurut kami itu sangat-sangat baik,” ujar Rosan.
Di tengah sentimen pasar yang sempat menekan IHSG hingga turun 202,97 poin atau 3,08 persen ke posisi 6.396,27 pada perdagangan sesi I Selasa (19/5), Danantara justru memandang kondisi tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan pasar modal Indonesia.
Rosan juga memberikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) atas berbagai langkah afirmatif yang dinilai berhasil memperkuat tata kelola dan transparansi pasar modal nasional.
“Saya mesti kasih apresiasi OJK dan juga Bursa dengan beberapa affirmative action-nya dalam rangka terus mengarahkan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih good governance, to deepen also our capital market. Dan tentunya ini adalah suatu proses,” ujar Rosan.
Menurut dia, penguatan tata kelola dan pendalaman pasar modal akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing terhadap Bursa Indonesia.
“Suatu proses yang kami meyakini ini akan menimbulkan kepercayaan kepada Bursa kita menjadi jauh lebih baik ke depannya,” tambahnya.
Kunjungan Danantara ke Gedung BEI pada Selasa juga dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad serta COO Danantara Dony Oskaria. Kehadiran mereka dinilai memperlihatkan dukungan kuat pemerintah terhadap penguatan pasar modal nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di tengah banyaknya kekhawatiran investor akibat volatilitas pasar, pernyataan Danantara soal potensi yield dividen dua digit dari saham BUMN kini menjadi perhatian pelaku pasar.
Narasi optimisme itu sekaligus mempertegas bahwa pasar modal Indonesia masih menyimpan potensi besar, terutama bagi investor yang memburu instrumen jangka panjang dengan fundamental kuat dan imbal hasil stabil.