INVERSI.ID – Jam tangan bukan hanya alat penunjuk waktu, tetapi juga menjadi aksesori penting untuk menunjang penampilan. Di tengah perkembangan teknologi yang melahirkan berbagai model smartwatch dengan fitur canggih, jam tangan analog dan klasik ternyata tetap memiliki tempat di hati Generasi Z.
Hal ini diungkapkan oleh aktor muda Bima Azriel. Bintang film Pengepungan di Bukit Duri itu mengaku lebih menyukai jam tangan dengan desain klasik dan modern. Kecintaannya terhadap jam tangan pun diwarisi dari orang tuanya yang memiliki hobi mengoleksi berbagai model jam.
“Aku suka pakai jam, dan sering juga pakai koleksi dari ayah,” ujar Bima saat menghadiri acara re-opening Startime di PIK Avenue, Jakarta, Jumat (25/4).
Bima mengaku senang mencari model-model jam tangan terbaru di internet dan memperhatikan desain yang unik. Untuk penggunaan sehari-hari, ia lebih memilih tali jam berbahan rubber karena nyaman dan tahan air.
“Suka leather atau rubber. Tapi rubber lebih nyaman dan tahan air, kalau leather agak ngeri kalau kena air,” tambahnya.
Senada dengan Bima, aktor muda Dimas Putra juga menganggap jam tangan sebagai aksesori penting dalam berpenampilan. Pemeran dalam series Jurnal Lisa ini lebih menyukai jam tangan berbentuk bulat karena mudah dipadupadankan dengan berbagai outfit.
“Aku lebih suka yang berbentuk bulat karena lebih gampang cocok dengan outfit aku,” ungkap Dimas.
Dalam kesempatan yang sama, Dessy sebagai perwakilan dari Startime menyebutkan bahwa jam tangan dengan model klasik dan modern masih banyak diminati, terutama oleh Generasi Z.
“Model yang banyak digemari itu klasik modern dan klasik elegan, karena memang cocok untuk menunjang gaya fesyen anak muda,” jelasnya.
Fenomena ini membuktikan bahwa di tengah gempuran teknologi digital, nilai estetika dan kesan timeless dari jam tangan klasik tetap mampu memikat hati generasi muda.***