INVERSI.ID – NASA mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan eksplorasi luar angkasa dengan menargetkan pendaratan manusia di Bulan setidaknya satu kali setiap tahun mulai 2027.
Dalam keterangan resminya pada Selasa, NASA menyebut langkah ini merupakan bagian dari pembaruan program Artemis. Sejumlah penyesuaian dilakukan, termasuk standarisasi konfigurasi roket Space Launch System (SLS) serta penambahan satu misi baru pada 2027.
“Pengumuman ini memperkuat pembaruan program Artemis, termasuk standarisasi konfigurasi roket SLS (Space Launch System), penambahan satu misi pada 2027, serta pelaksanaan pendaratan di permukaan Bulan setiap tahun setelahnya,” demikian pernyataan resmi NASA.
Di hari yang sama, Administrator NASA, Jared Isaacman, juga mengungkapkan bahwa lembaganya membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa Lunar Gateway yang sebelumnya direncanakan berada di orbit Bulan.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari penyesuaian strategi eksplorasi. NASA kini lebih memprioritaskan pengembangan infrastruktur langsung di permukaan Bulan dibandingkan proyek stasiun orbit.
Program Gateway sendiri sebelumnya dirancang sebagai kolaborasi internasional untuk membangun stasiun luar angkasa pertama yang mengorbit Bulan. Fasilitas tersebut ditujukan sebagai sarana uji teknologi untuk mendukung keberlangsungan manusia di luar angkasa dalam jangka panjang, sekaligus menjadi batu loncatan bagi misi eksplorasi ke Mars di masa depan.
Dengan perubahan strategi ini, NASA menegaskan komitmennya untuk mempercepat eksplorasi Bulan sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi yang lebih aplikatif bagi misi antariksa berikutnya.