KANSAS CITY — Curacao mencetak sejarah terbesar dalam sepak bola mereka. Negara kecil Karibia itu meraih poin pertama sepanjang sejarah penampilan di Piala Dunia setelah menahan Ekuador 0-0 pada laga Grup E Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026).
Di balik hasil bersejarah tersebut, berdiri sosok kiper Eloy Room yang tampil luar biasa dan menjadi tembok kokoh yang tak mampu ditembus para penyerang Ekuador.
Ekuador, yang finis sebagai runner-up kualifikasi Amerika Selatan, mendominasi pertandingan hampir sepanjang 90 menit. Mereka melepaskan 28 tembakan, termasuk 15 tembakan tepat sasaran, namun semuanya berhasil dimentahkan oleh Room.
Menurut catatan statistik FIFA, 15 penyelamatan Eloy Room menjadi jumlah penyelamatan terbanyak yang pernah dilakukan seorang kiper dalam pertandingan Piala Dunia sejak 1966 tanpa perpanjangan waktu.
Sejak menit-menit awal, Room sudah menunjukkan kualitasnya. Pada menit ketiga, mantan striker West Ham United Enner Valencia lolos ke kotak penalti dan berpeluang membuka skor. Namun Room berhasil menepis bola keluar lapangan.
Gelombang serangan Ekuador terus berdatangan. Valencia kembali gagal menaklukkan Room dari jarak dekat, sementara Jordy Alcivar, Gonzalo Plata, hingga pemain pengganti Angelo Preciado juga dibuat frustrasi oleh ketangguhan penjaga gawang Curacao tersebut.
Meski hanya menguasai sebagian kecil permainan, Curacao sesekali mengancam melalui serangan balik cepat. Namun fokus utama mereka tetap bertahan menghadapi tekanan tanpa henti dari tim yang berada lebih dari 50 peringkat di atas mereka dalam ranking FIFA.
Bagi Curacao, hasil ini terasa sangat istimewa. Pada laga pembuka, tim debutan Piala Dunia itu dihancurkan Jerman dengan skor 1-7. Namun di Kansas City mereka bangkit dan menunjukkan semangat juang luar biasa untuk mengamankan satu poin bersejarah.
Curacao sendiri merupakan negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Tim yang dilatih pelatih veteran Belanda Dick Advocaat itu juga memiliki karakter unik. Dari 26 pemain yang dibawa ke turnamen, 25 di antaranya lahir di Belanda dan sebagian besar bermain di kompetisi negeri tersebut.
Dukungan spesial juga hadir di tribun. Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima turut menyaksikan perjuangan Curacao yang merupakan negara otonom dalam Kerajaan Belanda.
Usai peluit panjang berbunyi, para pemain Curacao langsung berlari memeluk Eloy Room. Tak ada gol yang tercipta, tetapi bagi Curacao hasil imbang itu terasa seperti kemenangan.
Satu poin di Kansas City bukan sekadar angka di klasemen. Itu adalah poin pertama dalam sejarah Piala Dunia Curacao, sekaligus bukti bahwa mimpi negara kecil pun bisa hidup di panggung sepak bola terbesar dunia.