By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Keajaiban Curacao! Poin Bersejarah Lahir dari Tangan Emas Eloy Room
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Keajaiban Curacao! Poin Bersejarah Lahir dari Tangan Emas Eloy Room

Pildun 2026Terkini

Keajaiban Curacao! Poin Bersejarah Lahir dari Tangan Emas Eloy Room

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 hours ago
Share
3 Min Read
Kiper Curacao Eloy Room membalas salam kepada para pendukung negaranya usai mempu menahan Ekuador di laga kedua pentisihan grup E, di Kansas City, AS, Sabtu (20/6/2026). (Foto, dok/www.fifa.com)
SHARE

KANSAS CITY — Curacao mencetak sejarah terbesar dalam sepak bola mereka. Negara kecil Karibia itu meraih poin pertama sepanjang sejarah penampilan di Piala Dunia setelah menahan Ekuador 0-0 pada laga Grup E Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Missouri, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026).

Di balik hasil bersejarah tersebut, berdiri sosok kiper Eloy Room yang tampil luar biasa dan menjadi tembok kokoh yang tak mampu ditembus para penyerang Ekuador.

Ekuador, yang finis sebagai runner-up kualifikasi Amerika Selatan, mendominasi pertandingan hampir sepanjang 90 menit. Mereka melepaskan 28 tembakan, termasuk 15 tembakan tepat sasaran, namun semuanya berhasil dimentahkan oleh Room.

Menurut catatan statistik FIFA, 15 penyelamatan Eloy Room menjadi jumlah penyelamatan terbanyak yang pernah dilakukan seorang kiper dalam pertandingan Piala Dunia sejak 1966 tanpa perpanjangan waktu.

Sejak menit-menit awal, Room sudah menunjukkan kualitasnya. Pada menit ketiga, mantan striker West Ham United Enner Valencia lolos ke kotak penalti dan berpeluang membuka skor. Namun Room berhasil menepis bola keluar lapangan.

Gelombang serangan Ekuador terus berdatangan. Valencia kembali gagal menaklukkan Room dari jarak dekat, sementara Jordy Alcivar, Gonzalo Plata, hingga pemain pengganti Angelo Preciado juga dibuat frustrasi oleh ketangguhan penjaga gawang Curacao tersebut.

Meski hanya menguasai sebagian kecil permainan, Curacao sesekali mengancam melalui serangan balik cepat. Namun fokus utama mereka tetap bertahan menghadapi tekanan tanpa henti dari tim yang berada lebih dari 50 peringkat di atas mereka dalam ranking FIFA.

Bagi Curacao, hasil ini terasa sangat istimewa. Pada laga pembuka, tim debutan Piala Dunia itu dihancurkan Jerman dengan skor 1-7. Namun di Kansas City mereka bangkit dan menunjukkan semangat juang luar biasa untuk mengamankan satu poin bersejarah.

Curacao sendiri merupakan negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia. Tim yang dilatih pelatih veteran Belanda Dick Advocaat itu juga memiliki karakter unik. Dari 26 pemain yang dibawa ke turnamen, 25 di antaranya lahir di Belanda dan sebagian besar bermain di kompetisi negeri tersebut.

Baca Juga :

Erick Thohir dapat Dukungan Kuat dari Milenial Jadi Cawapres
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Dukungan spesial juga hadir di tribun. Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima turut menyaksikan perjuangan Curacao yang merupakan negara otonom dalam Kerajaan Belanda.

Usai peluit panjang berbunyi, para pemain Curacao langsung berlari memeluk Eloy Room. Tak ada gol yang tercipta, tetapi bagi Curacao hasil imbang itu terasa seperti kemenangan.

Satu poin di Kansas City bukan sekadar angka di klasemen. Itu adalah poin pertama dalam sejarah Piala Dunia Curacao, sekaligus bukti bahwa mimpi negara kecil pun bisa hidup di panggung sepak bola terbesar dunia.

You Might Also Like

Sabetan Samurai Biru! Ueda Ukir Sejarah, Jepang Bantai Tunisia 4-0
Total Football Mengamuk! Belanda Bantai Swedia 5-1
Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok
HUT Jakarta ke-499, MRT Terapkan Tarif Rp1 di Tanggal Tertentu
Vinicius Junior Bongkar Peran Ancelotti di Balik Kemenangan Brasil atas Haiti
TAGGED:CuracaoEkuadorEloy Roompiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sabetan Samurai Biru! Ueda Ukir Sejarah, Jepang Bantai Tunisia 4-0
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Senjata Rahasia Jerman Meledak! Undav Antar Der Panzer Lolos Grup

16 hours ago
Pildun 2026Terkini

Cunha Selamatkan Ancelotti! Brasil Mengamuk 3-0

1 day ago
Olahraga

Miguel Almiron Jadi Pemain Pertama Kena Aturan Prestianni di Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Pochettino Sulap Timnas AS Jadi Monster Piala Dunia!

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index