By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: BI Pangkas Batas Beli Dolar Tanpa Dokumen Jadi 25 Ribu Dolar AS
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BI Pangkas Batas Beli Dolar Tanpa Dokumen Jadi 25 Ribu Dolar AS

Ekonomi

BI Pangkas Batas Beli Dolar Tanpa Dokumen Jadi 25 Ribu Dolar AS

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi pembatasan tukar dolar. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Bank Indonesia resmi memperketat batas pembelian dolar Amerika Serikat (AS) tanpa underlying atau dokumen pendukung menjadi maksimal 25.000 dolar AS per pelaku per bulan mulai Juni 2026. Kebijakan ini dilakukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penurunan batas pembelian valas tersebut merupakan lanjutan dari kebijakan sebelumnya yang mulai berlaku pada April 2026.

“Batas pembelian dolar yang semula 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS mulai April, kami sampaikan nanti mulai Juni akan diturunkan menjadi 25.000 dolar AS,” kata Perry Warjiyo dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah memangkas batas pembelian dolar tanpa underlying dari 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS per bulan. Kini, batas tersebut kembali diperketat menjadi separuhnya.

Menurut Perry, pembelian dolar tanpa dokumen pendukung tetap diperbolehkan. Namun, pembatasan dilakukan agar transaksi valas benar-benar sesuai kebutuhan riil dan tidak memicu tekanan berlebihan terhadap rupiah.

BI mencatat kebijakan penurunan batas pembelian valas sejak April 2026 mulai menunjukkan hasil positif. Rata-rata proporsi pembelian dolar tanpa underlying turun menjadi 6,5 persen dibanding periode Januari-Maret 2026 yang mencapai 10,8 persen.

Setelah batas pembelian kembali dipangkas menjadi 25.000 dolar AS mulai Juni nanti, proporsi pembelian dolar tanpa underlying diperkirakan turun hingga sekitar 3,5 persen.

Langkah pengetatan ini menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah yang terus mendapat tekanan sejak memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah pada Februari 2026.

Selain memperketat pembelian dolar, BI juga menjalankan sejumlah langkah lain untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional. Salah satunya melalui intervensi valas secara besar-besaran di pasar domestik maupun luar negeri dengan dukungan cadangan devisa yang dinilai masih kuat.

Baca Juga :

Siswa SMANISDA, Azkarana Almadira Wakili Indonesia Pada Ajang Asia Girls Campaign 2025 di Taiwan
Minim Data Lawan, Begini Cara Indra Sjafri Siapkan Tim U23 untuk SEA Games

Bank Indonesia juga mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen sejak Januari 2025 serta meningkatkan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tenor 12 bulan menjadi 6,41 persen untuk menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas inflasi.

Di sisi lain, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder terus dilakukan guna menjaga likuiditas dan memperkuat koordinasi fiskal serta moneter. Hingga Mei 2026, realisasi pembelian SBN tercatat mencapai Rp133,39 triliun.

Likuiditas pasar uang dan perbankan juga terus dijaga melalui pertumbuhan uang primer atau M0 yang meningkat dari 11,8 persen pada Maret 2026 menjadi 14,1 persen pada akhir April 2026.

Selain itu, BI mempercepat pendalaman pasar valuta asing melalui perluasan transaksi Yuan dan Rupiah dalam skema local currency transaction (LCT), termasuk memperkuat intervensi offshore non-deliverable forward (NDF) lewat dealer utama.

Tak hanya itu, bank sentral juga meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi yang melakukan transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap
TAGGED:Bank IndonesiaDolar ASRupiah Melemah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Sistem Zonasi Dihapus, Sekolah Maung Jawa Barat Hanya Terima Siswa Jalur Prestasi
Next Article Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

4 days ago
EkonomiPildun 2026Terkini

Piala Dunia 2026 Diserbu Judol, Polisi Putar Otak Kejar Bandar

5 days ago
Ekonomi

Perang Reda, BBM Tetap Aman! Jurus Bahlil Ini Tuai Pujian

5 days ago
EkonomiTerkini

Harga Minyak Turun, Pertamax Belum? Ekonom Bongkar Alasannya!

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index