By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

Jack
By
Jack
4 weeks ago
Share
3 Min Read
(Kiri-kanan) Dokter Handayani,M.Ked (Ped), Sp.A dan dr. Visakha Revena Irawan, Sp. PD, AIFO-K. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Dokter spesialis anak Handayani mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk membantu meningkatkan perlindungan terhadap risiko penularan penyakit tangan, kaki, dan mulut atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang juga dikenal masyarakat sebagai flu Singapura.

Menurut Handayani, penyakit tersebut dapat menyebar dengan sangat mudah, terutama pada anak-anak, melalui droplet, kontak langsung, maupun benda yang telah terkontaminasi virus.

Dokter Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A menjelaskan terdapat beberapa jenis virus penyebab HFMD, namun Enterovirus 71 (EV71) menjadi salah satu yang paling berbahaya.

“Penyebab HFMD ada beberapa, namun yang paling berbahaya adalah Enterovirus 71 atau EV71,” kata dokter spesialis anak Royal Hospital Puri itu dalam acara diskusi di Jakarta pada Jumat.

Ia menjelaskan virus EV71 memiliki daya tahan tinggi karena termasuk jenis non-envelope virus yang tidak memiliki kapsul pelindung sehingga mampu bertahan di permukaan benda dalam waktu cukup lama.

“Virus ini sangat bandel, karena tidak memiliki kapsul pelindung (non-envelope virus), sehingga mampu bertahan hidup di permukaan benda hingga satu hari penuh,” katanya.

Menurut Handayani, virus tersebut tidak hanya menyebabkan gejala ringan, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius pada anak apabila tidak ditangani dengan baik.

Ia menyebut EV71 berpotensi menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan berbagai komplikasi seperti dehidrasi berat, kejang, meningitis aseptik, hingga ensefalitis yang dapat berdampak pada gangguan kognitif anak.

Selain itu, tingkat penularan HFMD juga dinilai sangat tinggi. Handayani mengatakan satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada hingga 12 anak lainnya.

Baca Juga :

7 Cara Positif Mengobati Rasa Kangen Saat LDR dengan Pacar
Telkom dan Google Mengakselerasi Digitalisasi Akademik di Yogyakarta

Untuk mencegah penyebaran flu Singapura, Handayani menyarankan pemberian vaksin EV71 pada anak usia enam bulan hingga 71 bulan sebanyak dua dosis dengan jarak pemberian satu bulan.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam dari Mandaya Royal Hospital Puri, Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K menambahkan vaksinasi juga dapat dilakukan pada orang dewasa.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan perlindungan keluarga atau yang dikenal sebagai “proteksi kepompong” bagi bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Selain vaksinasi, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menekan risiko penularan HFMD.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain rutin mencuci tangan, membersihkan dan mendisinfeksi mainan anak, menjaga asupan nutrisi dan cairan tubuh, serta menggunakan masker saat berada di ruang publik.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis
TAGGED:Flu Singapurvaksinasi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 Gaungkan Persatuan untuk Dunia
Next Article Hector Souto Ingin Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tim Eropa di FIFA Matchday 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
KesehatanTerkini

“Aku Enggak Kuat…”: WA Terakhir dr Myta Bongkar Dugaan Pembiaran Jam Kerja Ekstrem Dokter Magang

2 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index