INVERSI.ID – Dokter spesialis anak Handayani mengingatkan pentingnya vaksinasi untuk membantu meningkatkan perlindungan terhadap risiko penularan penyakit tangan, kaki, dan mulut atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) yang juga dikenal masyarakat sebagai flu Singapura.
Menurut Handayani, penyakit tersebut dapat menyebar dengan sangat mudah, terutama pada anak-anak, melalui droplet, kontak langsung, maupun benda yang telah terkontaminasi virus.
Dokter Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A menjelaskan terdapat beberapa jenis virus penyebab HFMD, namun Enterovirus 71 (EV71) menjadi salah satu yang paling berbahaya.
“Penyebab HFMD ada beberapa, namun yang paling berbahaya adalah Enterovirus 71 atau EV71,” kata dokter spesialis anak Royal Hospital Puri itu dalam acara diskusi di Jakarta pada Jumat.
Ia menjelaskan virus EV71 memiliki daya tahan tinggi karena termasuk jenis non-envelope virus yang tidak memiliki kapsul pelindung sehingga mampu bertahan di permukaan benda dalam waktu cukup lama.
“Virus ini sangat bandel, karena tidak memiliki kapsul pelindung (non-envelope virus), sehingga mampu bertahan hidup di permukaan benda hingga satu hari penuh,” katanya.
Menurut Handayani, virus tersebut tidak hanya menyebabkan gejala ringan, tetapi juga dapat memicu komplikasi serius pada anak apabila tidak ditangani dengan baik.
Ia menyebut EV71 berpotensi menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan berbagai komplikasi seperti dehidrasi berat, kejang, meningitis aseptik, hingga ensefalitis yang dapat berdampak pada gangguan kognitif anak.
Selain itu, tingkat penularan HFMD juga dinilai sangat tinggi. Handayani mengatakan satu anak yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada hingga 12 anak lainnya.
Untuk mencegah penyebaran flu Singapura, Handayani menyarankan pemberian vaksin EV71 pada anak usia enam bulan hingga 71 bulan sebanyak dua dosis dengan jarak pemberian satu bulan.
Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam dari Mandaya Royal Hospital Puri, Visakha Revena Irawan, Sp.PD, AIFO-K menambahkan vaksinasi juga dapat dilakukan pada orang dewasa.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menciptakan perlindungan keluarga atau yang dikenal sebagai “proteksi kepompong” bagi bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Selain vaksinasi, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna menekan risiko penularan HFMD.
Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain rutin mencuci tangan, membersihkan dan mendisinfeksi mainan anak, menjaga asupan nutrisi dan cairan tubuh, serta menggunakan masker saat berada di ruang publik.