By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

Jack
By
Jack
4 weeks ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi nyeri pada perut. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Gangguan pencernaan yang tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat maag maupun obat diare biasa perlu diwaspadai. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda penyakit radang usus kronis atau Inflammatory Bowel Disease (IBD).

Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Eka Hospital MT Haryono Jakarta, Prof Murdani Abdullah, menjelaskan bahwa IBD berbeda dengan Irritable Bowel Syndrome (IBS). IBS hanya berkaitan dengan gangguan fungsi saluran cerna tanpa adanya luka pada usus, sedangkan IBD merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan kerusakan hingga perdarahan pada usus.

Menurut Prof Murdani, secara medis terdapat dua jenis utama radang usus kronis. Pertama adalah kolitis ulseratif atau ulcerative colitis yang menyerang lapisan usus besar dan rektum. Penyakit ini ditandai dengan munculnya luka terbuka pada dinding saluran pencernaan yang memicu perdarahan berkepanjangan.

Sementara jenis kedua adalah penyakit Crohn yang dapat menyerang seluruh bagian saluran pencernaan, mulai dari mulut hingga anus.

“Selain itu peradangan pada penyakit Crohn dapat menembus seluruh ketebalan dinding usus secara acak,” kata Prof Murdani di Tangerang, Selasa.

Ia mengimbau masyarakat segera melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami buang air besar cair terus-menerus selama lebih dari dua minggu. Kondisi tersebut sering kali disertai darah segar, lendir, maupun nanah.

Tak hanya itu, gejala lain yang perlu diwaspadai yakni kram perut di area bawah atau sekitar pusar yang biasanya muncul setelah makan. Penurunan berat badan drastis tanpa program diet juga bisa menjadi tanda karena usus yang mengalami peradangan tidak mampu menyerap nutrisi secara optimal.

Gejala lainnya adalah tubuh mudah lelah meski sudah cukup istirahat. Hal tersebut dapat terjadi akibat tubuh kehilangan banyak energi untuk melawan peradangan atau karena anemia. Penderita juga bisa mengalami demam ringan hingga keringat berlebih sebagai respons sistem imun terhadap infeksi dan radang aktif dalam tubuh.

“Hingga saat ini, penyebab pasti IBD belum diketahui. Namun para ahli memastikan bahwa kondisi ini melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun pasien mengalami gangguan, bukannya melawan virus atau bakteri, mereka justru menyerang sel-sel sehat di saluran pencernaan sendiri secara agresif,” katanya.

Baca Juga :

Jangan Asal Ikut-Ikutan, Ini Cara Milih Jurusan Kuliah atau Sekolah Lanjutan yang Tepat
Jisoo BLACKPINK Dirumorkan Bakal Berduet Bareng Zayn Malik

Prof Murdani menambahkan terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena IBD. Faktor tersebut meliputi riwayat genetik, usia, pola hidup tidak sehat, hingga penggunaan obat anti-nyeri tertentu.

Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan dapat memicu komplikasi serius yang membahayakan nyawa pasien.

“Menunda pengobatan IBD dapat menyebabkan komplikasi fatal yang mengancam nyawa. Maka itu harus segera melakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Meski termasuk penyakit kronis yang belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penanganan medis dinilai mampu membantu mengendalikan peradangan hingga pasien memasuki fase remisi.

Penanganan IBD umumnya dilakukan melalui terapi obat-obatan, pengaturan pola makan, hingga tindakan operasi apabila kondisi sudah berat atau muncul komplikasi seperti kebocoran serta penyumbatan usus.

“Jangan abaikan gejala diare berdarah atau kram perut yang berulang. Penanganan IBD sejak dini menggunakan prosedur diagnostik modern, seperti kolonoskopi, sangat krusial untuk menyelamatkan jaringan usus dari kerusakan permanen,” katanya.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:kesehatanNyeri PerutRadang Usus
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Hasil Drawing Indonesia Open 2026: Alwi Farhan Jumpa Lakshya Sen, Jojo Tantang Wakil Singapura
Next Article Mauricio Souza Tinggalkan Persija, Macan Kemayoran Siap Cari Pelatih Baru
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Foto : Ibu memberikan Makanan Bergizi Gratis kepada Balita di Posyando Bougenville, Makassar, Sulawesi Selatan (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

Sinergi Posyandu & SPPG! Kawal Anak dan Kesehatan Ibu dari Program MBG

1 month ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index