By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

Kesehatan

Kemenhut: Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Project Manager FOLU NC 2&3 Kementerian Kehutanan, Arga Paradita Sutiyono memberi penjelasan forum diskusi "Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030". (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyoroti tingginya dampak krisis iklim terhadap perempuan, terutama di wilayah pedesaan yang bergantung pada sumber daya alam dan ketersediaan air bersih.

Project Manager FOLU Net Sink 2&3 Kemenhut, Arga Paradita Sutiyono, mengatakan perubahan iklim bukan hanya persoalan kenaikan suhu global, tetapi juga berkaitan erat dengan kerentanan sosial berbasis gender.

“Dampak krisis iklim terhadap perempuan sangat tinggi. Contoh paling sederhana di desa, rata-rata perempuan yang bertugas mengambil air. Jika krisis iklim menyebabkan mata air hilang, perempuan harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan air,” katanya dalam forum diskusi “Sinergi Perempuan Indonesia Untuk Indonesia FOLU NET SINK 2030” di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin.

Arga menjelaskan, program mitigasi perubahan iklim melalui Indonesia FOLU Net Sink 2030 telah dirancang dengan prinsip safeguard atau perlindungan sosial dan lingkungan, termasuk memastikan adanya keadilan gender dalam pelaksanaannya.

Menurut dia, isu gender dalam sektor kehutanan tidak hanya berbicara soal perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga terkait kesetaraan akses, peran, hingga partisipasi dalam setiap program lingkungan dan kehutanan.

Ia menambahkan, kelompok penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam berbagai program pelestarian lingkungan.

“Dalam pelaksanaan program ini, jangan sampai kita melupakan isu gender. Akses dan partisipasi harus setara. Hal ini penting agar aksi menanam pohon dan menjaga hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan perlindungan sosial bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Kegiatan bertajuk “Sinergi Perempuan Indonesia untuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030” digelar pada 11-13 Mei 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.

Forum tersebut diikuti perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah, khususnya dari bidang kehumasan dan protokoler, bersama organisasi konservasi, lembaga swadaya masyarakat, hingga pewarta nasional di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Baca Juga :

Nostalgia dan Warna Baru, ADA Band Hadirkan Album ‘Love, Hope & Reality’
Fakta-fakta Abigail Manurung ‘Bercyanda’ Dapat Award Jargon of The Year, Tuai Hujatan

Acara yang diinisiasi Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan itu mengangkat peran perempuan Indonesia dalam aksi nyata pengelolaan hutan sekaligus mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun narasi positif mengenai kebijakan kehutanan melalui komunikasi publik yang lebih luas dan inklusif.

Kementerian Kehutanan berharap forum ini dapat memperkuat kolaborasi antarkementerian, lembaga, pemangku kepentingan, hingga masyarakat dalam mendukung implementasi program FOLU Net Sink 2030.

Melalui komunikasi publik yang efektif dan kerja sama berkelanjutan, pemerintah berharap pemahaman masyarakat terhadap agenda kehutanan nasional semakin meningkat dan mendapat dukungan yang lebih luas.

You Might Also Like

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak
Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil
IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting
TAGGED:KemenhutKrisis IklimPerempuan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article ‘Nobody Loves Kay’ Jadi Ajang Pembuktian Aya Eks JKT48 di Dunia Film
Next Article 321 WNA Kelola Judi Online Dekat Istana Negara! Indonesia Disebut Jadi Surga Baru Mafia Digital
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Waspada! Diare Tak Kunjung Sembuh Bisa Jadi Gejala Radang Usus Kronis

4 weeks ago
Kesehatan

Ahli Sebut COVID-19 Masih Ada, Tapi Dampaknya Tak Separah Masa Pandemi

1 month ago
Kesehatan

Warga Mulai Khawatir Hantavirus, DPRD DKI Desak Pemerintah Perkuat Edukasi

1 month ago
KesehatanTerkini

“Aku Enggak Kuat…”: WA Terakhir dr Myta Bongkar Dugaan Pembiaran Jam Kerja Ekstrem Dokter Magang

2 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index