By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji

KesehatanTerkini

Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji

Nicholas
By
Nicholas
1 month ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Pelemahan nilai tukar rupiah memunculkan alarm serius mengenai ketahanan kesehatan nasional, mengingat industri farmasi Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor yang terhadap kenaikan harga obat yang membebani jutaan pasien Indonesia. (Foto generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA – Pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya menjadi persoalan ekonomi dan pasar keuangan. Di sektor kesehatan, tekanan kurs kini mulai memunculkan kekhawatiran baru terhadap kenaikan harga obat yang berpotensi membebani jutaan pasien Indonesia, terutama penderita penyakit kronis yang bergantung pada konsumsi obat rutin.

Situasi ini memunculkan alarm serius mengenai ketahanan kesehatan nasional, mengingat industri farmasi Indonesia masih sangat bergantung pada bahan baku impor yang sensitif terhadap pergerakan nilai tukar.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar mengakui pelemahan rupiah yang hari ini, Kamis (4/6/2026) mencapai Rp 18.000 untuk 1 dollar AS, berpotensi mendorong kenaikan harga obat di dalam negeri. Menurutnya, industri farmasi menghadapi tekanan biaya produksi akibat tingginya ketergantungan pada bahan baku impor.

“Tentu industri farmasi kita supaya bisa survive akan menaikkan (harga). Tapi kita dari pemerintah berharap kenaikannya jangan terlalu tinggi,” ujar Taruna saat ditemui media di Kantor BPOM, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Taruna menegaskan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk memberikan fleksibilitas sumber bahan baku dan penyesuaian kemasan agar lonjakan harga dapat ditekan. Namun ia tidak menampik bahwa tekanan global masih menjadi faktor yang sulit dihindari.

“Kita tidak bisa bohong, harga dollar naik, perang masih jalan, bahan baku berkurang, harga naik sedikit. Kita berharap jangan terlalu ekstrem naiknya,” katanya. ([detikHealth][2])

Di saat ancaman kenaikan harga mulai membayangi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin justru mengungkap fakta lain yang lebih mengkhawatirkan. Menurutnya, sejumlah obat di Indonesia sejak lama sudah dijual jauh lebih mahal dibandingkan harga pasar internasional.

“Saya masih melihat ini anomali di Indonesia. Harga obat di Indonesia itu masih catatan saya, 2 sampai 6 kali harga obat di dunia,” kata Budi.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan nasional tidak hanya dipengaruhi oleh pelemahan rupiah, tetapi juga oleh struktur harga obat yang dinilai belum efisien. Jika kedua faktor tersebut bertemu dalam waktu bersamaan, beban masyarakat berpotensi semakin berat.

Baca Juga :

Biodata dan Profil Koiyocabe, Pemilik Akun Youtube Sepulang Sekolah
Transformasi Pesona Zendaya di Met Gala 2024, Tampil Misterius dan Elegan

Kelompok yang paling rentan terdampak adalah pasien penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Mereka tidak memiliki pilihan selain terus membeli obat demi mempertahankan kualitas hidup dan keselamatan diri.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan masyarakat menjadi korban utama dari gejolak ekonomi global dan pelemahan nilai tukar.

“Yang harus menjadi perhatian utama adalah jangan sampai masyarakat, terutama pasien yang bergantung pada obat rutin, menjadi pihak yang paling terdampak akibat gejolak ekonomi dan konflik global,” ujar Netty.

Menurut Netty, ancaman kenaikan harga obat sekaligus menunjukkan bahwa ketahanan farmasi nasional masih menghadapi tantangan besar akibat tingginya ketergantungan terhadap bahan baku impor.

Atas dasar itulah, upaya memperkuat industri bahan baku farmasi dalam negeri, menekan anomali harga obat, serta menjaga stabilitas nilai tukar menjadi agenda penting agar akses kesehatan masyarakat tetap terlindungi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

You Might Also Like

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN
Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup
LRT Velodrome–Manggarai Segera Beroperasi, Tapi Siapkah Manggarai Tampung Lonjakan Penumpang
PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor, SMPN 3 Simpang Katis Segera Nikmati Akses Air Bersih
Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
TAGGED:BPOMHarga obatKetahanan kesehatanObat impor
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kejagung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi, (4/6/2026). (Foto: Generated AI/Kejaksaan RI) Dadan Cs Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Terafiliasi Yayasan SPPG Hingga Markup Motor Listrik, Sepatu, dan Tablet
Next Article Nusantara Kian Benderang! ESDM Kejar 173 Ribu Pelanggan Listrik Baru pada 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal

3 days ago
Kesehatan

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko

4 days ago
Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index